Search
Close this search box.

IHSG Ditutup Menguat 1,10 Persen, MDKA hingga INCO Pimpin Kenaikan

Ilustrasi./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (22/5/2026), setelah sempat tertekan di awal sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 1,10 persen atau 67,10 poin ke level 6.162,04.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah 2,02 persen ke posisi 5.972, namun tekanan jual mereda dan indeks berbalik menguat hingga penutupan. Sebanyak 449 saham ditutup menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan. Total volume perdagangan tercatat 39,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,82 triliun dan frekuensi perdagangan 1,96 juta kali.

Penguatan IHSG turut diikuti indeks utama lainnya. Indeks LQ45 naik 4,04 persen, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1,61 persen, KOMPAS100 melonjak 8,14 persen, ISSI bertambah 1,85 persen, IDX30 naik 2,58 persen, serta JII70 menguat 3,27 persen.

Mayoritas Sektor Menguat

Dari 11 indeks sektoral, 10 sektor berada di zona hijau. Sektor barang baku mencatat penguatan terbesar, naik 6,85 persen ke level 1.644,71. Disusul sektor energi yang naik 4,84 persen ke posisi 2.946,47 dan sektor barang konsumen siklikal yang menguat 2,58 persen menjadi 930,66. Sektor infrastruktur naik 1,53 persen ke level 1.838,92, sedangkan sektor properti dan barang konsumen non-primer masing-masing naik 0,15 persen dan 0,68 persen. Sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 0,28 persen ke posisi 1.301,49.

MDKA, INCO, dan DEWA Pimpin Penguatan LQ45

Di kelompok saham unggulan LQ45, saham sektor komoditas dan pertambangan menjadi penopang utama indeks. Top gainers dipimpin PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melonjak 24,77 persen, diikuti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 18,84 persen dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 13,17 persen.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp17.600 per Dollar

Saham yang menekan indeks LQ45 dipimpin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 4,61 persen, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 3,74 persen dan PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,57 persen.

Dari sisi transaksi, BBCA mencatat nilai transaksi terbesar senilai Rp 1,70 triliun, diikuti saham BUMI Rp 1,12 triliun, MDKA Rp 807,84 miliar, BMRI Rp 771,88 miliar, dan BRPT Rp 716,39 miliar. Volume perdagangan terbanyak tercatat pada saham BUMI dengan 65,62 juta lembar, diikuti BIPI 23,95 juta lembar, BNBR 18,50 juta lembar, DEWA 11,99 juta lembar, dan CUAN 7,23 juta lembar.

Rupiah Melemah, Bursa Asia Menguat

Meski IHSG menguat, nilai tukar rupiah justru melemah 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp 17.717 per dollar AS. Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,68 persen ke level 63.339,07, Hang Seng Hong Kong menguat 0,86 persen menjadi 25.606,03, SSE Composite China bertambah 0,87 persen ke 4.112,90. Indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,41 persen ke 7.847,71, dan S&P/ASX 200 Australia menguat 0,41 persen ke level 8.657,00.

Penguatan bursa regional sejalan dengan rebound IHSG setelah tekanan jual yang sempat membayangi pasar saham domestik sejak awal perdagangan. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :