Search
Close this search box.

Indonesia Mengajukan Diri Sebagai Anggota Resmi BRICS

Menter Luar Negeri Sugino hadiri KTT BRICS Plus./visi.news/Instagram sugiono_56

Bagikan :

VISI.NEWS | RUSIA – Indonesia telah secara resmi mengungkapkan keinginannya untuk menjadi anggota resmi blok BRICS. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi BRICS Plus yang dilaksanakan di Kazan, Rusia. Dalam pengumuman yang dibuat pada hari Kamis (24/10/2024), Indonesia telah memulai langkah-langkah untuk menjadi anggota BRICS yang dipimpin oleh Rusia.

“Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” kata Sugiono, dikutip Jumat (25/10/2024).

“Kita juga melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih, antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,” tambahnya.

Sugiono mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara BRICS dan negara-negara Global South. Terdapat tiga poin utama yang diungkapkan. Pertama, pentingnya menegakkan hak atas pembangunan berkelanjutan, di mana negara-negara berkembang memerlukan ruang kebijakan, sementara negara maju diharapkan untuk memenuhi komitmen yang telah disepakati.

Kedua, Sugiono menekankan perlunya reformasi sistem multilateral agar menjadi lebih inklusif dan representatif, mencerminkan realitas saat ini. Dia juga menekankan pentingnya penguatan institusi internasional serta penyediaan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan mandatnya.

Poin terakhir adalah peran BRICS sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Global South, yang dinilai mampu berfungsi sebagai pengikat untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara berkembang.

“Kita lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South,” papar Sugiono. “Namun kita juga melanjutkan keterlibatan atau engagement kita di forum-forum lain, sekaligus juga terus melanjutkan diskusi dengan negara maju.”

Baca Juga :  Siang Terik, Sore Badai Petir Intens di Bandung

Indonesia telah diakui sebagai salah satu dari 13 negara mitra BRICS, yang juga meliputi Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Sebagai mitra, negara-negara tersebut diizinkan untuk terlibat secara terbatas dalam aktivitas BRICS, namun tetap dapat berpartisipasi dalam inisiatif internasional lain tanpa komitmen penuh terhadap kelompok ini.

Negara mitra BRICS yang baru memiliki potensi untuk menjadi anggota resmi di masa depan, meskipun mereka tidak langsung diakui sebagai anggota karena alasan yang hanya diketahui oleh kepemimpinan BRICS yang dipimpin oleh Vladimir Putin.

BRICS merupakan kelompok informal yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2006 untuk membahas berbagai isu global. Pada tahun 2023, keanggotaan BRICS diperluas dengan penambahan Ethiopia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :