VISI.NEWS | KALIMANTAN – Penajam Paser Utara (PPU), sejak diumumkan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara pada November 2019, telah mengalami transformasi yang signifikan. Kawasan yang dulunya tenang dan terjangkau kini menjadi pusat perhatian para investor setelah Presiden Joko Widodo secara aktif mempromosikan IKN.
Dampaknya terasa pada harga tanah yang melonjak drastis. Jika sebelumnya harga tanah di PPU berkisar maksimal Rp5 juta per hektar, kini harga tersebut sudah dihitung per meter persegi. Sebagai perbandingan, Presiden menyebutkan bahwa di SCBD Jakarta, dengan infrastruktur konektivitas dan fasilitas lengkap, harga tanah bisa mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per meter persegi.
Namun, apa yang terjadi di IKN lebih mengejutkan. Harga tanah di sana telah mencapai angka fantastis yaitu Rp400 juta hingga Rp800 juta per meter persegi. Kenaikan ini menandakan potensi besar bagi para investor yang melirik masa depan IKN sebagai pusat perekonomian baru Indonesia.
Kenaikan harga ini juga membawa pertanyaan tentang ketersediaan lahan untuk masyarakat lokal dan bagaimana pemerintah akan menangani spekulasi tanah yang mungkin terjadi. Namun, satu hal yang pasti, IKN telah menjadi simbol kemajuan dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
@maulana