VISI.NEWS | CIPARAY – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2024 bersama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kab. Bandung (IPMAKAB).
Acara ini dilaksanakan di Hotel Karasak, Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Selasa (17/9/2024).
Hadir sebagai pengisi materi di acara tersebut, Didi Komarudin dan Ade Irfan Al Anshory, serta para mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Bandung.
Akademisi Pemilu dan Demokrasi, Didi Komarudin menyebut peran masyarakat dalam menjalani dan mengawasi Pilkada Serentak tahun 2024 sangatlah penting, terlebih kepada para pemilih pemula yang baru berusia diatas 17 tahun.
Selain itu, Didi menekankan bahwa politik uang masih menjadi tantangan serius yang merusak integritas Pilkada, dan generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menolak praktik tersebut.
“Jadilah pemilih yang cerdas dan kritis. Sebagai mahasiswa, kita harus berperan aktif dalam menjaga demokrasi, termasuk melalui pemantauan proses Pilkada,” katanya.
Ia juga menjelaskan isu terkait lokasi kampanye, dan terkait aturan bahwa kampanye di tempat-tempat ibadah dilarang, sedangkan kampanye di kampus diperbolehkan, asalkan tanpa atribut politik seperti baliho atau bendera partai.
Dalam kesempatan tersebut, penyampaian materi disampaikan oleh Ade Irpan Al-Anshory, yang membahas peran dan tantangan mahasiswa dalam Pilkada Provinsi Jawa Barat. Ade menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pelopor demokrasi.
Selain itu juga, Ketua PP IPMAKAB, Pijar Maulid menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses politik, terutama menjelang Pilkada.
Menurutnya, mahasiswa dan pelajar harus menghindari apatisme politik dan memahami bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan dari proses politik memengaruhi kehidupan sehari-hari. Ia mengajak peserta untuk cermat dalam memilih calon pemimpin, dengan menelaah visi dan misi para kandidat.
“Jangan hanya memilih karena kedekatan personal atau popularitas, tapi lihat program-program mereka untuk lima tahun ke depan,” kata Pijar kepada VISI.NEWS dilokasi.
Pijar juga menyinggung fenomena golput (golongan putih), yang muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan. Ia menyadari bahwa sikap apatis hanya akan memperburuk situasi.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua peserta untuk terlibat aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai pemantau Pilkada, guna memastikan proses pemilihan berjalan bersih dan transparan. @gvr