Jika Mencalonkan, Kang DS Paling Berpeluang Jadi Ketua DPD Golkar Kab. Bandung

Editor :
H. Dadang Supriatna (Kang DS). /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS Wacana kepemimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung mulai hangat menyusul tumbangnya kandidat yang didukung Golkar-Gerindra Nia-Usman (NU) pada Pilkada 9 Desember lalu. Nama Dadang Supriatna (Kang DS) kader Golkar yang diusung gabungan partai (PKB-Nasdem-Demokrat dan PKS) disebut-sebut paling berpeluang kalau mencalonkan.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Ujang Komarudin, Kang DS yang baru memenangkan kontestasi Bupati Bandung tersebut kalau mencalonkan sangat berpeluang menang. “Bagi kang DS sendiri rumah politik yang menjadi passion-nya ya Golkar. Namun masalahnya, apakah Kang DS masih berminat untuk kembali ke partai yang membesarkan namanya itu atau nyaman di partainya yang baru?,” ungkap Ujang. Karena Kang DS, katanya, dalam Pilkada lalu direkomendasi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengungkapkan, untuk politik jangka panjang kalau Kang DS bisa kembali ke Golkar akan lebih mengokohkannya untuk masa depan karier politiknya karena akses ke jaringan suprastruktur maupun infrastruktur partai ia miliki. “Akses Kang DS ke elit partai di provinsi maupun di pusat sangat bagus. Apalagi ke bawah, saya yakin kemenangan Kang DS kontribusi yang sangat signifikan juga datang dari para loyalis Golkar yang ada di bawah,” tandasnya.

Ia meyakini, masa depan Partai Golkar Kabupaten Bandung kalau bisa dipimpin Dadang Supriatna akan melesat seperti Kabupaten Indramayu waktu dipimpin Irianto MS Syafiuddin. “Karena Kang DS ini sama jiwanya seperti Pak Yance, kalau punya keinginan bisa ngotot dan berani mengorbankan banyak hal untuk mencapai keinginannya itu,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang Ketua DPP Partai Golkar ketika dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut mengatakan, kalau Kang DS bersedia bisa saja diakomodir oleh partai, karena sampai saat ini Partai Golkar belum mengeluarkan surat pemberhentian Kang DS sebagai anggota Partai Golkar.

“Secara resmi DPP Partai Golkar memang belum membalas surat permohonan berhenti Kang DS dari Partai Golkar, mungkin masih ada pertimbangan-pertimbangan lain mengingat beliau ini kan kader yang sangat potensial di Golkar, hanya terganjal pada kontestasi Pilkada saja,” ungkapnya Ace Hasan Syadzili kepada VISI.NEWS didampingi anggota DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) dari Partai Golkar Dadan Supardan di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, pekan kemarin.

Wacana ketua partai terkuat di Kabupaten Bandung itu mulai mengemuka sejak DPD Partai Golkar Jawa Barat memberikan tengat waktu untuk Musda pada 24 Desember 2020, dan paling lambat sampai akhir Januari 2020. “Sebetulnya, itu hanya tengat waktu yang kita sarankan saja pada 24 Desember 2020 itu, yang jelas paling lambat akhir Januari 2020, harus sudah selesai,” ujar Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman.

Sejak adanya surat DPD Jabar tersebut, nama-nama kandidat bermunculan antara lain, H. Deding Ishak, H. Yanto Setianto, H. Sugianto, H. Anang Susanto, Hj. Emma Komalasari, dan H. Asep Ikhsan.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dai Muda Berperan Suarakan Moderasi Beragama

Sab Des 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, mengapresiasi peran dan kiprah dakwah keluarga besar Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI). Hal ini disampaikan Fachrul saat menyampaikan tausiah dalam acara peringatan Harlah ke-24 FKDMI , Kamis (17/12). “Harlah FKDMI ini tentunya sangat bermakna luas bagi pembangunan nasional. Dengan jaringan dan […]