Search
Close this search box.

Karena Ada Kandidat Petahana dan Mantan ASN, Bawaslu Soroti Netralitas ASN

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda./visi.news/istimewa

Bagikan :

VISI.NEWS – Adanya bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya dari petahana dan mantan aparatur sipil negara (ASN) pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berpotensi besar terhadap netralitas ASN.

Bakal calon Bupati petahan yakni Ade Sugianto. Adapun bakal calon Bupati mantan ASN yakni Iwan Saputra dan Cep Zamzam Dzulfikar.

Untuk itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya akan memantau aktivitas ASN selama tahapan pilkada, khususnya masa kampanye hingga waktunya pencoblosan 9 Desember mendatang. Pengawasan juga akan dilakukannya melalui media sosial.

“Netralitas para ASN di pilkada nanti dipertaruhkan. Kami akan melakukan pengawasan bagi ASN di lingkungan Pemkab Tasikmalaya,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda kepada wartawan, Selasa (8/9).

Menurut Dodi, para ASN yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), TNI, dan Polri menjadi bagian yang akan diawasi. Mereka harus netral dalam pesta demokrasi nanti dan dipertaruhkan untuk kondusivitas.

Tidak hanya itu, upaya pengawasan di berbagai wilayah sampai pelosok daerah di Kabupaten Tasikmalaya akan terus dilakukan jelang masa kampanye bagi pasangan calon bupati dan wakil Bupati Tasikmalaya. Karena, dalam pemilihan sangat rentan terjadi politik uang, pembagian sembako, menggunakan fasilitas negara, dan lainnya.

“Kami akan terus mengawasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya di masa kampanye serentak karena pemilihan tersebut memang sangat rawan terjadi pelanggaran di setiap pelosok daerah dengan memanfaatkan fasilitas keagamaan, bangunan pemerintahan, dan mobilitas kendaraan,” tuturnya.

Dikatakan Dodi, Bawaslu juga akan mengawasi media sosial dilakukan oleh sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Tidak menutup kemungkinan upaya dukungan dilakukan ASN di media sosial kepada para calon dukungannya, ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana mengatakan pihaknya memastikan Polri akan menjaga netralitas dalam Pilkada Serentak 2020. Selama proses pilkada ini, Polri bertugas pengamanan dan tetap menjaga netralitas agar agenda bisa berjalan lancar. Begitu pun dalam mengawasi protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19, tetap konsisten mengawasi jaga jarak dan memakai masker.

Baca Juga :  Pengendali PT Bumi Serpong Damai Borong 1,5 Miliar Saham

“Bawaslu harus menjadi wasit yang netral. Adapun bagi para pendukung parpol maupun calon harus siap menang dan kalah sesuai etika,” ucapnya.

AKBP. Hendria juga menyinggung terkait peran media yang harus turut netral selama masa kampanye berlangsung dan menjadi sarana informasi dalam memberitakan.

Media harus dengan iklim menyejukkan dan jangan memanas-manasi. Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker jika keluar rumah, ungkapnya. @arn

Baca Berita Menarik Lainnya :