Search
Close this search box.

KHUTBAH JUMAT: Menghindari Kesalahan dan Kekhilafan

Ilustrasi masjid./net/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS –

الحمد لله الذى صدق وعده ونصرعبده واعز جنده وهزم الاحزا ب وحده.

اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبى بعده.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اله واصحابه ومن والاه. اما بعد

فيا ايها الحاضرون او صيكم ونفسى بتقوى الله اتقوا الله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.

فقد فال الله تعالى فى كتا به المبين اعوذ با لله من الشيطا ن الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : يايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.

Semua manusia mempunyai sifat lupa, keliru, dan salah.

Manusia dalam bahasa Arab disebut dengan ‘insan’ yang berasal dari kata ‘nasiya’ berarti lupa.

Ada pepatah mengatakan ‘Al Insanu mahallul khotho’ wa an nisyan’ (manusia itu tempatnya salah dan lupa). Itulah manusia, tidak seperti malaikat. Lain halnya dengan nabi atau rasul, mereka memang sama seperti halnya kita yakni manusia.

Akan tetapi, para nabi dan Rrsul diberi sifat ma’shum (terjaga dan terhindar dari perbuatan buruk) sehingga setiap kali melakukan kekhilafan dan kesalahan langsung diingatkan oleh Allah SWT.

Adapun manusia pasti tidak akan terhindar dari salah dan khilaf. Dalam sebuah hadis disebutkan;

“Setiap anak adam mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah bertaubat”. (HR Turmudzi dan Ibnu Majah).

Seseorang berbuat salah dan khilaf karena beberapa hal, yakni;

1) Karena manusia memiliki hawa nafsu.

Mengekang hawa nafsu jauh lebih berat dibandingkan dengan perang di medan tempur. Oleh karenanya, hawa nafsu harus mampu kita kontrol agar terhindar dari perbuatan tercela.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Jelaskan Acuan Perhitungan Jalur Prestasi SPMB 2026/2027

Kontrol hawa nafsu adalah dengan bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah SWT).

Allah SWT berfirman di dalam Surat Yusuf ayat 53 yang berbunyi;

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

2) Karena manusia terlalu cinta pada dunia

Sehingga dia tidak sadar karena telah diperbudak oleh keduniawiaan. Pangkat atau jabatan menjadikan manusia lupa diri padahal tanpa disadarinya dia telah menyalahgunakan amanah pemberian dari Allah SWT.

Di samping itu manusia suka lupa manakala dia dikelilingi oleh para wanita. Dunia ini serasa akan runtuh manakala manusia sudah terlena oleh harta, tahta, dan wanita.

Oleh karenanya, sebagai manusia kita jangan sampai lupa terhadap tugas dan tanggung jawab kita tatkala diamanati oleh Allah SWT. Jangan sampai urusan duniawi mengalahkan urusan ukhrowi.

Dalam hal kesenangan duniawi, Allah SWT berfirman yang berbunyi;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan indah pada pandangan manusia dan kecintaan pada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (Surat Ali Imran ayat 14).

3) Manusia kurang pertimbangan akal

Akal mempunyai peran sangat penting dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Itulah keistimewaan manusia, dimana Allah membekali kita dengan nikmat yang disebut dengan ‘akal’.

Baca Juga :  PKB Kumpulkan Kiai Ponpes di Jakarta, Apa Tujuannya?

Dalam Surat At Thin disebutkan bahwa manusia diciptakan Allah dalam sebaik-baik bentuk. Artinya bahwa nikmat yang telah dikaruniakan Allah tersebut harus dapat kita maksimalkan dengan memperbanyak tasyakur ke hadirat-Nya.

Dengan diberikannya akal dimaksudkan agar kita mampu memberikan pertimbangan-pertimbangan logis sesuai petunjuk Allah dan para Rasul-Nya. Di samping itu dengan akal maka akan mampu menerangi jiwa lantaran kita dapat membedakan mana yang masuk akal dan mana yang tidak masuk akal.

4) Manusia tidak mau belajar dari kesalahan yang telah ia perbuat

Oleh karenanya, mari kita belajar dari kesalahan dan jangan mengulangi kesalahan yang pernah kita lakukan agar kelak kita menjadi manusia luhur budi pekertinya dan bersih dari segala noda dan dosa.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman yang berbunyi;

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Dan orang-orang yang apabila berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran ayat 135)

اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ

“Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS Ali Imran ayat 136)

5) Manusia tidak membiasakan diri melakukan hal-hal baik

Allah SWT sudah memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam hal kebajikan. Namun, sayangnya 1.000 jalan kebaikan yang dapat ditempuh guna mendapatkan kemuliaan Allah SWT, justru banyak dari manusia menempuh jalan sesat.

Baca Juga :  Ban Meledak, Truk Pasir Terbakar di Tol Cisumdawu

Kesimpulan dari uraian tersebut di atas, yaitu;

a) Kekhilafan atau kesalahan merupakan sifat yang selalu ada pada diri manusia.

Namun demikian kekhilafan atau kesalahan dapat dinetralisir dengan melakukan amal kebaikan, dan berjanji pada diri sendiri bahwa kita tidak akan mengulangi perbuatan salah tersebut serta memperbanyak taubat ke hadirat Allah SWT.

b) Guna menghindari kesalahan atau kekhilafan, maka kita harus berupaya sekuat tenaga mengendalikan diri dari hawa nafsu yang mampu menjerumuskan kita pada jurang kenistaan dengan cara berzikir (mengingat) Allah di mana dan kapan saja kita berada.

Dengan demikian, insyaallah niscaya kita akan terhindar dari langkah-langkah setan musuh abadi kita.

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa membimbing dan memberikan petunjuk, hidayah, dan inayah kepada kita. Amin ya rabbal ‘alamin.

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.

واستغفرالله العظيم لى ولكم ولوالدى ولوالد يكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه فيا فوزالمستغفرين ويا نجاة التا ئبين

@fen/sumber: tribunjateng.com

Baca Berita Menarik Lainnya :