Search
Close this search box.

KHUTBAH JUMAT | Menjaga Lisan dari Adu Domba

Ilustrasi. /freepik.com/jannoon028

Bagikan :

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ شَرَعَ الْأَحْكَامَ فَبَيَّنَ الْحَلَالَ وَالْحَرَامَ، وَأَمَرَ بِالصَّالِحَاتِ وَنَهَى عَنِ الْآثَامِ، وَشَرَّفَ بِالْإِسْلَامِ أُوْلِي النُّهَى وَالْأَحْلَامِ، نَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى مَا شَرَعَ وَسَنَّ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَعْرَفُ خَلْقِهِ بِهِ وَأَتْقَاهُمُ لَهُ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ، وَأَفْضَلُ دَاعٍ إِلَى مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَالْخُلُقِ الْحَسَنِ، صَلَاةُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ الْمُقَصِّرَةِ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى في القرآن الكريم (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهِ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ) وَقَالَ أَيْضًا (أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ) وَقَالَ أَيْضًا (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ) وقال الرسول (لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Marilah kita memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dapat mengundang murka Allah SWT.

Shalawat serta salam senantiasa terhaturkan kepada junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga dengan itu, kelak kita semua diakui termasuk umat beliau yang diperkenankan mendapat syafaatnya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ketahuilah, bahwa adu domba adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam karena dapat merusak persaudaraan, menimbulkan permusuhan, dan memecah belah umat. Sebab, pada dasarnya orang-orang Mukmin itu pada hakikatnya adalah saling bersaudara. Allah SWT menegaskan hal ini, sebagaimana terdapat di dalam surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ayat ini menegaskan bahwa kita semua adalah saudara seiman, dan karenanya kita diwajibkan untuk mendamaikan jika terjadi perselisihan di antara kita. Sementara perbuatan adu domba bertentangan dengan semangat persaudaraan ini dan hanya akan menimbulkan kerusakan.

Baca Juga :  Kirab Budaya dan Peuting Munggaran Warnai Milangkala Tatar Sunda 2026 di Bandung

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa besar dosa dari perbuatan adu domba, hingga pelakunya diancam tidak akan masuk surga. Karena itu, kita harus benar-benar memperhatikan larangan perbuatan adu domba agar jangan sampai melakukannya.

Bukan tanpa alasan, melainkan bahwa adu domba itu hakikatnya tidak hanya merusak hubungan antar individu, tetapi juga dapat menghancurkan persatuan umat.

Allah SWT mengingatkan kita dalam surat Al-Hujurat ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan sekumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Allah melarang kita merendahkan dan mencela satu sama lain karena hal ini dapat memicu permusuhan dan fitnah. Semua itu merupakan bagian dari perbuatan buruk lisan yang harus dihindari. Jangan sampai kita terbiasa melakukannya yang pada akhirnya akan mengarah pada adu domba.

Karena itu, kita harus selalu menjaga lisan kita dan berhati-hati dalam berbicara agar tidak menjadi penyebab adu domba yang menimbulkan kerusakan di tengah umat itu.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mari kita merenungkan kembali betapa besar bahaya dari perbuatan adu domba yang mana hal itu merupakan bentuk salah satu dosa besar yang dapat menghancurkan amal kebaikan kita.

Perbuatan ini sangatlah tercela sebab ia sengaja mengutip omongan orang untuk menyampaikan kepada yang lain dengan maksud memunculkan pertikaian. Hal ini disebut oleh Rasulullah sebagai Al-Adh’hu, sebagaimana dalam sabdanya:

Baca Juga :  Dua Siswa SMK di Sukabumi Dibacok saat Perjalanan Pulang Sekolah

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ مَا الْعَضْهُ؟ هِيَ النَّمِيمَةُ: الْقَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ

“Maukah kalian aku beritahu apa itu Al-Adh’hu? Itu adalah adu domba: perkataan yang disebarkan di antara manusia untuk memecah belah mereka.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, marilah kita menjauhi segala bentuk adu domba dan fitnah. Marilah kita menjaga lisan dan perbuatan kita agar selalu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 263:

قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 263).

Di sini bisa dipahami, bahwa ayat tersebut secara tersirat mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan perkataan yang baik dan memaafkan satu sama lain, daripada melakukan perbuatan yang dapat menyakiti dan memecah belah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita selalu menjaga persaudaraan di antara kita dengan menghindari segala bentuk perbuatan yang dapat merusak persatuan umat, sebagaimana perbuatan adu domba itu.

Marilah kita saling memaafkan dan menjalin kasih sayang di antara kita. Sebab rahmat Allah SWT akan diturunkan kepada orang-orang yang saling menyayangi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

اَلرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Sang Maha Pengasih), berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian.” (HR. At-Tirmidzi)

Dengan komitmen ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita untuk selalu berada di jalan-Nya yang lurus.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فيَآايُّهاالنّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تَعَالَى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ وعُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السِّتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَةً ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوَالِ يَومِ الْقِيامَةِ.

Baca Juga :  Tradisi Penerimaan Kasbrig Baru Warnai Semangat Kebersamaan Brigif 9 Kostrad

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمُ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لَنَا خَيْرًا.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالمُشْركِينَ، ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ، اَللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنَا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ، اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنَا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ.

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً وقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

***

عِبادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِوَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

@uli/laduni.id

 

Baca Berita Menarik Lainnya :