VISI.NEWS | JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan kebakaran yang terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026) dipicu oleh korsleting listrik pada panel di area basement gedung. Dugaan awal ini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa informasi awal diperoleh dari petugas keamanan apartemen yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Sistem alarm kebakaran disebut sempat berbunyi sebelum api dan asap tebal menyebar ke bagian lain gedung.
“Menurut keterangan Bapak Ajis, petugas safety apartemen, telah terjadi korsleting listrik di bagian panel lantai satu basement. Kemudian, alarm pemadam berbunyi dan petugas melaporkan ke pemadam terdekat,” ujar Isnawa Adji dalam keterangannya dikutip, Kamis (30/4/2026).
Setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Hingga siang hari, proses pemadaman masih berlanjut disertai upaya pendinginan serta evakuasi penghuni yang masih terjebak di dalam gedung yang dipenuhi asap tebal.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 87 penghuni berhasil dievakuasi dari dalam apartemen. Namun, petugas masih melakukan penyisiran lanjutan terhadap beberapa orang yang dilaporkan belum berhasil keluar dari bangunan.
Sementara itu, sembilan orang penghuni dilaporkan mengalami luka luka akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, lima orang harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap pekat. Beberapa korban lainnya juga dilaporkan mengalami cedera saat berusaha menyelamatkan diri dari dalam gedung.
“Sementara, proses pendinginan dan proses pengeluaran asap dari ruangan masih berlangsung,” tutur Isnawa.
Proses evakuasi di lapangan berlangsung cukup dramatis. Petugas menggunakan tangga evakuasi berjenjang yang dipasang hingga lantai enam untuk menjangkau penghuni yang berada di lantai atas. Setiap penghuni diturunkan satu per satu dengan pengamanan tali untuk mengurangi risiko jatuh dari ketinggian.
Dari sisi penanganan darurat, petugas gabungan juga mendirikan posko informasi di sekitar lokasi kejadian. Posko ini berfungsi untuk mendata penghuni yang telah dievakuasi sekaligus mengidentifikasi warga yang masih belum ditemukan.
Selain itu, tim pemadam kebakaran terus mengoperasikan alat pengurai asap untuk mempercepat proses pembersihan udara di dalam gedung agar penyisiran dapat dilakukan lebih optimal di seluruh lantai.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Aparat berwenang belum dapat memastikan apakah korsleting listrik menjadi satu satunya faktor pemicu, atau terdapat faktor lain yang turut memperparah kejadian. @desi