Search
Close this search box.

Krisis di London Utara: Ancaman Degradasi Paksa Tottenham Berpacu Melawan Waktu

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Tottenham Hotspur memasuki fase darurat setelah terpuruk mendekati zona degradasi. Kekalahan dari Newcastle United di Tottenham Hotspur Stadium menjadi titik balik yang berujung pada pemecatan Thomas Frank, Rabu lalu. Kini, manajemen Spurs berpacu dengan waktu untuk menemukan pelatih baru yang mampu menyelamatkan musim mereka.

Posisi Tottenham yang hanya terpaut lima poin dari zona merah membuat situasi di London Utara terasa genting. Tekanan dari suporter meningkat, sementara manajemen dituntut segera menghadirkan solusi agar klub tidak terseret lebih dalam ke krisis.

Seorang sumber internal klub mengakui kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. “Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Klub membutuhkan perubahan cepat untuk mengembalikan stabilitas dan kepercayaan diri tim,” ujarnya.

Dalam upaya darurat itu, nama Roberto De Zerbi muncul sebagai kandidat terkuat. Pelatih asal Italia tersebut telah masuk radar Spurs sejak awal Januari dan kini menjadi opsi realistis setelah resmi meninggalkan Marseille.

Laporan media Prancis menyebut komunikasi antara kedua pihak sudah berlangsung intens dalam beberapa hari terakhir. De Zerbi disebut tertarik dengan peluang kembali ke Premier League, kompetisi yang pernah memberinya reputasi positif bersama Brighton & Hove Albion.

Sumber yang dekat dengan proses negosiasi mengatakan, “De Zerbi melihat Tottenham sebagai proyek besar dengan potensi jangka panjang, dan situasinya saat ini justru menjadi tantangan yang menarik.”

Selain De Zerbi, Tottenham sempat menjajaki kemungkinan merekrut Thomas Tuchel. Namun peluang itu hampir tertutup setelah pelatih asal Jerman tersebut memperpanjang kontraknya bersama tim nasional Inggris hingga 2028.

“Kami memahami bahwa Tuchel berkomitmen penuh pada proyek tim nasional Inggris, sehingga opsi tersebut menjadi sangat sulit,” kata sumber manajemen Spurs.

Baca Juga :  VISI | Akar Masalah Pendidikan Kita

Nama lain yang juga masuk daftar adalah Mauricio Pochettino. Mantan pelatih Tottenham itu saat ini menangani tim nasional Amerika Serikat dan disebut terbuka untuk kembali ke klub lamanya setelah Piala Dunia.

Seorang sumber internal menyebut, “Pochettino masih memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Tottenham. Jika waktunya tepat, peluang reuni selalu ada.”

Bagi suporter, kembalinya Pochettino bisa menjadi harapan baru. Ia masih dikenang sebagai arsitek di balik pencapaian bersejarah Tottenham ke final Liga Champions 2019.

Namun, dengan ancaman degradasi yang semakin nyata, Tottenham tidak memiliki kemewahan waktu. Keputusan dalam beberapa hari ke depan berpotensi menentukan arah klub, apakah mampu bangkit atau justru terjerumus ke dalam salah satu tragedi terbesar dalam sejarah mereka.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :