Lagi, Anak Meninggal Akibat DBD di Kota Tasikmalaya

Petugas Rumah Sakit dr. Soekardjo membawa jenazah korban DBD ke ruang kamar mayat./visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

– Ahdiat meminta pemerintah lebih gencar lagi menangani wabah DBD. Meski saat ini sedang masa pandemi Covid-19, bukan berarti ancaman penyakit lain terabaikan. 

VISI.NEWS – Jumlah korban meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah dengan lagi-lagi korbannya seorang anak. Kali ini menimpa seorang anak perempuan berusia 11 tahun asal Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/7) malam.

Korban dilaporkan meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Kakek korban, Ahdiat Supendi (57) mengaku tak menyangka cucunya telah meninggal dunia. Meski demikian, dirinya ikhlas menerima takdir yang telah digariskan.

Menurutnya, cucunya yang bernama Raisa Candrawinata berawal menderita gejala suhu tubuh yang tinggi. Pada Kamis (23/7) lalu, orang tuanya membawa anak yang masih duduk di kelas VI SD itu berobat ke dokter.

“Saat itu saya sedang berada di Bogor, namun ditelefon oleh anak bahwa cucu saya sakit panas,” ucapnya.

Dikatakan Ahdiat, ketika dibawa ke dokter, panasnya tak kunjung turun hingga akhirnya disarankan untuk dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut.

Di rumah sakit, cucunya langsung dirawat inap. Namun, dua malam dirawat kondisinya tak membaik, malah semakin parah dan muntah darah. Hingga akhirnya dipindahkan ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Hal tersebut karena menurut dokter bahwa cucu saya menderita DBD. Dua hari dirawat di ruang PICU, cucu saya meninggal dunia,” tuturnya.

Atas meninggal cucunya itu, Ahdiat meminta pemerintah lebih gencar lagi dalam menangani wabah DBD. Meski saat ini sedang masa pandemi Covid-19, bukan berarti ancaman penyakit lain jadi terabaikan. 

“Kasihan banyak anak yang menjadi korban,” keluhnya. 

Sementara itu, petugas Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Soekardjo, Asep Rizki membenarkan korban meninggal itu akibat penyakit DBD. Menurut dia, berdasarkan laporan dari dokter, korban menderita DBD ketika dirawat.

“Meninggalnya jam 11 malam,” kata dia.

Menurutnya, di RSUD dr Soekardjo masih terdapat beberapa pasien DBD yang menjalani perawatan. Berdasarkan pantauannya, di ruang PICU khusus anak, ada dua pasien DBD lagi yang masih dirawat.

Dengan penambahan itu, total kematian akibat DBD di Kota Tasikmalaya sejak awal 2020 telah tembus 20 kasus dari sekitar 1.000 kasus. Sebanyak 14 kasus kematian di antaranya adalah anak-anak.@akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Warga Sragen Mampu Sembelih Ratusan Hewan Kurban dalam 3,5 Jam

Jum Jul 31 , 2020
Jangan Lupa Bagikan– “Di desa kami ada 45 RT. Satu RT terdapat 2-5 ekor sapi yang disembelih. Jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun lalu warga berkurban kambing, tahun ini harus lebih baik yakni sapi.” VISI.NEWS – Jumlah hewan kurban di Desa Pengkok, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, selalu […]