Search
Close this search box.

Legenda Sepak Bola Irak Sebut Piala Dunia Qatar Bersejarah dan Takkan Terlupakan

Younis Mahmoud: Qatar 2022 akan menjadi karnaval sepak bola luar biasa dan takkan terlupakan./via qna/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | QATAR – Pada tahun 2010, Qatar diumumkan sebagai negara tuan rumah Piala Dunia 2022, saat itu Younis Mahmoud memimpin tim nasional Irak di lapangan di semi-final Piala Teluk Arab ke-20.

Pertandingan sengit melawan Kuwait telah berakhir dengan adu penalti tetapi permainan berhenti, dan keheningan menyelimuti stadion, sebelum layar lebar mengumumkan bahwa Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA edisi 2022. Kegembiraan pecah dan pada saat itu kedua kelompok penggemar merayakan bersama.

“Bagi kami, sebagai orang Arab, itu adalah momen bersejarah,” kata Mahmoud dalam wawancara dengan (Qatar2022.qa).

“Qatar telah serius sejak awal bahwa Piala Dunia ini adalah untuk semua orang Arab, dan itu adalah sesuatu yang sangat kami banggakan. Sebelum pengumuman, banyak dari kami meragukan bahwa wilayah ini akan diberikan hak untuk menjadi tuan rumah. turnamen, tetapi Qatar telah memungkinkan semua impian kami menjadi kenyataan.”

Meskipun Irak gagal lolos ke Piala Dunia tahun ini, jutaan rakyat Irak akan menyaksikan Piala Dunia FIFA pertama di Timur Tengah dan dunia Arab.

Dengan sepak bola yang sangat populer di negara berpenduduk 40 juta, banyak pencinta sepak bola akan melakukan kunjungan ke Qatar untuk menonton Piala Dunia 2022 tersebut.

“Ke mana pun saya pergi di Irak, orang-orang menghentikan saya dan bertanya tentang tiket dan akomodasi,” kata Mahmoud.

“Semua orang ingin menjadi bagian dari peristiwa bersejarah ini. Ini karena Qatar 2022 memiliki makna yang luar biasa bagi kami. Ini akan menampilkan budaya kami ke seluruh dunia. Kekayaan warisan kami akan terlihat di rumah-rumah di seluruh Eropa, Amerika, dan Australia,” imbuhnya.

Mahmoud yang merupakan Duta Piala Dunia FIFA Qatar 2022, mendapatkan status legendaris ketika ia memimpin Lions of Mesopotamia meraih kemenangan terkenal di Piala Asia AFC 2007.

Baca Juga :  Levante Diburu Waktu Saat Menjamu Osasuna

Memenangkan kejuaraan kontinental berkontribusi besar untuk mengakhiri perselisihan sipil di Irak, dan menegaskan kembali peran sepak bola dalam menyatukan orang. Dia berkata:

“Semua orang di Irak menyukai sepak bola dan semua orang menyukai Piala Dunia khususnya. Qatar telah memberi kami semua kesempatan untuk menjadi bagian dari turnamen ini dengan menjadi tuan rumah di halaman belakang kami. Para penggemar sekarang dapat berkendara ke turnamen dari negara-negara seperti Irak, Yordania, Suriah, dan Arab Saudi untuk menyaksikan para pemain terbaik bertarung memperebutkan gelar terpenting dari mereka semua,” kata Mahmoud. @fen/sumber qna

Baca Berita Menarik Lainnya :