VISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaita, menyampaikan permohonan maaf langsung kepada investor dan pengelola aset global saat kunjungan ke Singapura. Dalam unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis (21/6) pagi, Luhut menyebut pertemuan itu dimanfaatkan untuk menerima masukan sekaligus menjelaskan kondisi riil perekonomian Indonesia.
“Saya juga minta maaf, mungkin sebagian dari Anda terdampak negatif oleh situasi ini,” kata Luhut, saat memberi penjelasan kepada investor yang hadir dikutip, Kamis (21/5/2026).
Luhut menegaskan, pemerintah telah menjaga inflasi tetap terkendali di 2,4 persen, meski tekanan harga minyak mentah dunia mencapai US$100 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Dalam penjelasannya, Luhut menyoroti berbagai skenario pemerintah untuk menghadapi gejolak harga energi global. Ia juga menyinggung reformasi besar-besaran di pasar modal Indonesia agar iklim investasi lebih transparan dan terhindar dari manipulasi oleh kelompok tertentu.
“Jadi ini seperti perang … bagaimana kita membawa keseimbangan dari situasi ini,” jelas Luhut, dengan menegaskan bahwa ia memiliki latar belakang dari militer, sebelum masuk ke pemerintahan.
Meski menghadapi tantangan global dan domestik, Luhut menekankan bahwa Indonesia terus berbenah untuk meningkatkan penerimaan negara dan menjaga kestabilan fiskal. Langkah-langkah ini dianggap penting agar investor tetap percaya pada prospek jangka panjang perekonomian nasional. @desi