VISI.NEWS | BANDUNG – Madura United gagal menjauh dari ancaman degradasi setelah tumbang 1 3 saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung pada pekan ke 32 Liga Super 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).
Kekalahan ini membuat posisi tim berjuluk Sape Kerrab masih rawan di papan bawah klasemen. Madura United tertahan di peringkat ke 15 dengan 32 poin dan hanya unggul empat angka dari Persis Solo yang berada di posisi ke 16 atau batas atas zona degradasi.
Situasi tersebut membuat dua laga tersisa menjadi sangat menentukan. Madura masih harus menghadapi PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar. Satu kemenangan dinilai cukup untuk mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi musim depan.
Ancaman semakin terasa karena regulasi kompetisi menggunakan head to head sebagai penentu apabila poin sama. Catatan pertemuan Madura United melawan Persis Solo tidak menguntungkan sehingga hasil imbang dalam dua laga terakhir tetap berisiko menyeret mereka ke zona merah.
Padahal, Madura sempat membuka harapan ketika Jordy Wehrmann mencetak gol cepat pada menit ke 5. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum dan membuat tim tamu terlihat berada di jalur positif.
Namun situasi berubah drastis pada babak kedua. Bhayangkara tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Ryo Matsumura pada menit ke 62. Hanya berselang empat menit, Bernard Doumbia membalikkan keadaan menjadi 2 1 sebelum Moussa Sidibe memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol pada menit ke 87.
Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menilai hilangnya Iran Junior akibat cedera menjadi salah satu titik balik pertandingan. Kehilangan pemain yang berperan sebagai pengatur ritme membuat kreativitas tim menurun dan tekanan lawan semakin sulit diantisipasi.
”Setelah kehilangan itu, saya sudah memprediksi tinggal menunggu waktu untuk Bhayangkara bisa mencetak gol dan ternyata benar,” ujar Rakhmad.
Ia juga menilai gol penyama kedudukan Bhayangkara membuat fokus timnya runtuh sehingga permainan berubah total.
”Tim hilang fokus dan dalam sepak bola, hilang fokus berarti akan selesai (kalah),” kata Rakhmad.
Meski demikian, pelatih asal Madura itu tetap meminta timnya bangkit untuk dua laga penentuan yang tersisa.
”Kami berjuang keras untuk kebanggaan warga Pulau Madura,” ujar Rakhmad. @desi