Mengejutkan, Mantan Pengurus PDI Perjuangan Kab. Tasikmalaya Deklarasi Dukung Pasangan Azies – Haris

Kader dan simpatisan PDIP menyeberang untuk mendukung pasangan H. Azies Rismaya Mahfud dan H. Haris Sanjaya yang diusung oleh Partai Gerindra dan Demokrat/visi.news/ayi kuraesin.
Jangan Lupa Bagikan

VISi.NEWS – Jelang pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, konstelasi politik di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kian memanas. Pasalnya, kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tiba-tiba menyeberang untuk mendukung pasangan H. Azies Rismaya Mahfud dan H. Haris Sanjaya yang diusung oleh Partai Gerindra dan Demokrat.

Sejumlah kader dan simpatisan partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, tak hanya pindah haluan. Namun mereka sudah bulat dan ikhlas membuka bajunya.

Deklarasi mendukung pasangan calon Azies Rismaya Mahpud-Haris Sanjaya dilaksanakan di RM Sambel Hejo, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/10) sore.

Kokom Sumantri mengatakan para mantan kader dan simpatisan PDI Perjuangan ini tadinya merupakan pengurus PDIP di tingkat kecamatan. Ada sekitar 22 mantan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan mendukung paslon (pasangan calon) Azies-Haris.

“Ini berdasar hati nurani kami,” ucap Kokom Sumantri yang juga sebagai koordinator mantan pengurus PAC, seusai deklarasi.

Menurutnya, meski sebagai kader dan simpatisan PDI Perjuangan, namun karena sudah tak lagi masuk struktur kepartaian sehingga punya kebebasan menentukan pilihan. Keputusan ini, setelah mempertimbangkan terkait pasangan calon yang dianggap mumpuni di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari diskusi panjang tersebut, akhirnya pilihan jatuh pada Pak Azies.

Sebelum mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon yang tak diusung partainya, pihaknya beberapa kali musyawarah bersama kader PDIP di beberapa kecamatan lainnya. Sebanyak 22 mantan pengurus PAC PDIP di Kabupaten Tasikmalaya, sepakat mengalihkan dukungan ke partai lain pada Pilkada Tasikmalaya 2020.

“Hasil diskusi itu, kemudian mulai diseriuskan dan akhirnya terhimpun puluhan mantan pengurus di 22 PAC. Deklarasi ini memang timbul dari hati nurani yang awalnya hanya 6 orang kader PDIP. Ternyata pemikiran ini sama dengan para mantan pengurus PAC PDIP yang merasakan kekecewaan terhadap calon petahana sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto,” tuturnya.

Kokom mengatakan, meski mereka sudah tak lagi sebagai pengurus partai, namun pengaruh mereka di kepengurusan ranting masih besar. Untuk itu meyakini pihaknya dengan seluruh jaringan yang dimiliki oleh para kader PDIP yang ada di 22 kecamatan ini akan mampu memberikan kemenangan bagi pasangan lain yang tak didukung partainya.

“Kami kan rata-rata sudah belasan bahkan puluhan tahun menjadi pengurus partai, mulai ranting lalu naik ke PAC,” ujar Kokom.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan menjadi salah satu partai pengusung petahana Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (kader PPP) yang memiliki nomor urut dua. Ade sendiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami selain bentuk kekecewaan, sebanyak 22 mantan PAC PDIP Kabupaten Tasikmalaya ingin ada perubahan pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih menyejahterakan rakyat. Apalagi, sosok yang didukung sekarang dinilai secara ekonomi sudah mapan dan tak butuh lagi memperkaya diri. Jadi, kami meyakini pasangan Azis-Haris akan fokus dengan semua anggaran pemerintah daerah lainnya hanya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kokom menambahkan, dengan keputusan ini siap menerima konsekuensi yang diberikan partainya karena telah bulat mendukung partai lain. Karena pihaknya saat ini lebih mementingkan masyarakat di Pilkada Tasikmalaya sekarang.

Sementara itu Calon Bupati Tasikmalaya, Azies Rismaya Mahpud, yang datang belakangan, mengaku surprise ada dukungan dari orang-orang PDI Perjuangan.

“Saya sangat bahagia dan bangga. Tidak menyangka ada dukungan dari kader yang partainya tidak mendukung saya,” ujar Azies yang juga anggota keluarga PO Mayasari Bakti Group.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada kader PDIP yang mendukungnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Sab Okt 10 , 2020
Jangan Lupa Bagikan– Pihak mana pun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara. VISI.NEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan tindakan kekerasan oleh pihak kepolisian terhadap para jurnalis yang meliput unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.  Padahal, […]