Motif Ekonomi, Dua Pelaku Curas di Gerai Alfamart di Rancaekek Terancam 12 Tahun Penjara

Editor :
Kedua pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) di Alfamart Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Bandung./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kedua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di kawasan Kp. Bojong Los, Desa Bojong Jati, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang sempat viral di media sosial pada malam pergantian Tahun Baru, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Bandung.

Penangkapan keduanya berselang kurang lebih empat jam dari kejadian. Mereka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.IK., mengatakan, kedua pelaku ini memiliki hubungan keluarga, yakni kakak dan adik ipar.

Kata Hendra, mereka berhasil ditangkap di dua tempat yang berbeda, dan tidak melakukan perlawanan dalam penangkapannya.

“Pelaku YH (21) ditangkap di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Sedangkan DD (22) ditangkap di Jatinangor, Kabupaten Sumedang,” jelas Hendra, saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (4/1/2021) siang.

Hendra memaparkan, para pelaku ditangkap setelah petugas melakukan olah TKP. Salah satu yang diperiksa yakni CCTV yang berada di lokasi.

“Dalam CCTV tersebut, kita bisa kelihatan pelakunya dua orang, menggunakan hoodie sehingga tidak teridentifikasi. Tetapi kita bersyukur ada saksi yang melihat atau mengetahui ke arah mana pelaku ini melarikan diri. Dari situlah kita bisa mengungkap,” jelasnya.

Hendra menambahkan, para pelaku menggasak uang senilai Rp. 9.600.000 (sembilan juta enam ratus ribu rupiah). Uang hasil pencurian tersebut belum sempat dipakai karena dititipkan dulu pada teman mereka.

“Salah satu pelaku berdomisili di satu Kecamatan dengan toko yakni di Rancaekek. Pencurian ini direncanakan karena yang bersangkutan, pelakunya ini, pernah bekerja (di Alfamart), jadi tahu kondisi toko tersebut,” tuturnya.

Hendra menjelaskan, pelaku bukan residivis dan ini merupakan aksi pertama. “Berdasarkan keterangan dari pelaku, ini murni faktor ekonomi,” jelas Hendra.

Sementara itu, salah satu pelaku berinisial YH (21) mengaku bahwa aksi ini sudah direncanakan dengan turut mengajak adik iparnya. “Saya bilang ke adik, saya butuh uang, ikut saya ke Alfamart,” ujarnya.

YH mengungkapkan, ia terlebih dahulu mempersiapkan senjata tajam untuk melancarkan aksinya. “Yang diambil uang sama rokok. Kasirnya gak diapa-apain, cuma ditodongin aja. Diikat juga pakai ripet. Terus disimpan di belakang gudang sama adik saya,” tuturnya.

YH mengaku sempat bekerja di Alfamart cabang lain selama 2 tahun. “Di Alfamart yang disatroni cuma kerja beberapa hari. Saya tahu keamanannya gimana. Saya butuh uang. Kepepet hutang sama ekonomi,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Disuruh Tiarap dan Disemprot Water Canon, Tandai Prosesi Kenaikan Pangkat Puluhan Anggota Polresta Tasikmalaya

Sen Jan 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ada yang unik dalam prosesi kenaikan pangkat anggota Polri di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya periode 1 Januari 2021. Setelah Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan menyampaikan sambutan dan mengucapkan selamat berjabatan tangan, seluruh anggota yang naik pangkat disuruh tiarap di lapangan lalu disiram air menggunakan water canon. […]