VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperdagin) Kabupaten Bandung selaku Tim Musrenbang Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menyampaikan paparannya pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Solokanjeruk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Solokanjeruk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (10/2/2026).
Musrenbang ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (10/2/2026) dengan tema ‘Peningkatan Daya Saing Daerah’ yang dihadiri sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bandung asal Dapil 5 (Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Ibun dan Paseh).
Selain itu Anggota Tim Musrenbang Tingkat Kabupaten Bandung dari masing-masing perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Majalaya, para mitra kerja pemerintah daerah, dan pihak lainnya. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, unsur dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan para peserta Musrenbang RKPD Tingkah Kecamatan Majalaya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Kadisperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, sekaligus membuka kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Majalaya membuka acara Musrenbang tersebut.
Dicky Anugrah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran para pihak dalam Musrenbang Kecamatan Majalaya dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Bandung tahun 2027.
“Kehadiran ini mencerminkan partisipasi aktif serta komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera),” ujar Dicky dalam sambutannya.
Dicky mengatakan Musrenbang Kecamatan Majalaya merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan di daerah yang dilaksanakan secara partisipatif.
“Forum ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun, membahas, dan menyepakati usulan pembangunan dari tingkah desa dan kelurahan, sekaligus memastikan keselarasan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Dicky menegaskan, Musrenbang ini jangan sampai dimaknai sebagai rutinitas tahunan belaka. Forum ini harus benar-benar menjadi peta jalan pembangunan ke depan, yang memuat arah, prioritas dan langkah nyata pembangunan daerah.
“Setiap usulan yang disampaikan harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan selaras dengan visi besar pembangunan Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, kata dia, seluruh proses perencanaan pembangunan tahun 2027 wajib berpedoman pada visi pembangunan Kabupaten Bandung dalam RPJMD Tahun 2025-2029, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Bandung Lebih BEDAS, Maju, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”.
Dikatakan Dicky, penyusunan RKPD Tahun 2027 harus diarahkan untuk memperkuat pencapaian target pembangunan daerah melalui langkah-langkah yang terencana, terukur, dan akuntabel.
Tentunya dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan perekonomian daerah dan ekonomi kerakyatan, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Sejalan dengan itu, saya menegaskan bahwa usulan program dan kegiatan melalui Musrenbang Kecamatan hendaknya memenuhi prinsip-prinsip prioritas, berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, selaras dengan kewenangan, terukur, serta efektif dan efisien,” ujarnya.
Dicky mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa proses perencanaan ini berjalan secara transparan, inklusif dan akuntabel. Dengan memberikan ruang partisipasi yang setara bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
Selain itu, lanjut Dicky, sinergi lintas sektoral harus terus diperkuat untuk menjawab berbagai isu prioritas daerah, antara lain penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, penyediaan air bersih dan sanitasi, perbaikan jalan dan drainase, pengelolaan persampahan, serta peningkatan ketentraman dan ketertiban umum.
Terkait isu lingkungan hidup, dikatakannya, khususnya pengelolaan sampah, menekankan pentingnya perubahan paradigma menuju “sampah hari ini, habis hari ini”. Dengan target mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan terhadap TPA.
“Kunci keberhasilan terletak pada optimalisasi pengelolaan sampah hingga tingkat RT dan RW, di bawah pembinaan desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia berusaha untuk terus mendorong perubahan perilaku masyarakat, agar sampah organik dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga atau RT/RW, melalui pengomposan dan pengelolaan mandiri termasuk pemanfaatan lubang cerdas organik sehingga beban lingkungan dapat ditekan secara signifikan.
Dicky juga menekankan pentingnya peningkatan kesiapan seluruh pihak terhadap potensi kebencanaan, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan bencana.
“Kabupaten Bandung memiliki karakteristik geografis yang menuntut kita untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap berbagai risiko, seperti banjir, longsor dan bencana alam lainnya,” katanya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar perencanaan pembangunan yang dibahas dalam Musrenbang ini turut mengintegrasikan aspek pengurangan risiko bencana, mulai dari penguatan mitigasi, peningkatan kapasitas masyarakat. Selain itu kesiapan infrastruktur pendukung, hingga koordinasi lintas sektoral antara pemerintan daerah, desa dan kelurahan, serta unsur masyarakat.
“Kesiapan ini harus menjadi tanggung jawab bersama demi melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” ungkap Dicky.
Melalui Musrenbang Kecamatan Majalaya ini, Dicky berharap mampu menghasilkan daftar prioritas pembangunan yang berkualitas, realistis, dan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Dicky mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi pemikiran, masukan, serta peran aktif yang telah diberikan dalam proses pembangunan Kabupaten Bandung.
“Semoga sinergitas dan ikhtiar kita bersama ini mampu mempercepat terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dicky menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna capaian nilai ekspor tahun 2025 sebesar 1.245.457.663 USD atau sekitar Rp21 triliun.
“Nilai capaian ekspor Kabupaten Bandung di tahun 2025 terus meningkat. Hal ini menandakan laju pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujarnya.
Dicky berharap melalui Musrenbang ini lebih memprioritaskan pembangunan yang berdampak pada masyarakat dengan adanya pengurangan fiskal melalui Transfer Keuangan Daerah atau TKD dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp1 triliun.
“Pengurangan anggaran di Kabupaten Bandung pada tahun 2026 ini terbesar di Indonesia,” katanya. @kos