VISI.NEWS | MESIR – Sejumlah negara Arab dan mayoritas penduduk Muslim belum melontarkan pernyataan mengutuk aksi pembunuhan terhadap pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang terjadi pekan lalu di Teheran, Iran. Negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain belum mengeluarkan kecaman eksplisit atas insiden yang diduga dilakukan oleh Israel ini.
Menurut laporan Middle East Monitor, Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi mengenai pembunuhan Haniyeh. Sementara itu, Mesir, UEA, dan Bahrain telah mengeluarkan pernyataan resmi, namun tidak secara langsung mengutuk aksi tersebut.
Mesir mengeluarkan peringatan tentang dampak pembunuhan Haniyeh, menyebutkan bahwa tindakan tersebut bisa memicu konflik lebih luas di kawasan dan melanggar kedaulatan negara. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan nama Haniyeh maupun Iran secara eksplisit.
UEA juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah, namun tidak secara khusus mengutuk pembunuhan Haniyeh. Mereka menekankan pentingnya kebijakan untuk menahan diri guna menghindari risiko perluasan konflik.
Bahrain melalui Kementerian Luar Negeri menekankan dampak negatif eskalasi di kawasan dan meminta Dewan Keamanan PBB serta komunitas internasional untuk mendukung upaya mencegah meluasnya konflik.
Sebaliknya, beberapa negara Arab dan mayoritas Muslim seperti Iran, Irak, Suriah, Aljazair, Qatar, Yordania, Oman, Yaman, Kuwait, Tunisia, Turki, Malaysia, Indonesia, Pakistan, dan Afghanistan telah menyampaikan kecaman mereka atas pembunuhan Haniyeh. Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo dan Kementerian Luar Negeri RI, juga telah mengeluarkan pernyataan mengutuk aksi tersebut pekan lalu.
Selain negara-negara mayoritas Muslim, kecaman juga datang dari negara besar seperti China dan Rusia yang menyuarakan penentangan mereka terhadap pembunuhan Haniyeh di Iran.
Ismail Haniyeh, pemimpin biro politik Hamas, tewas akibat ledakan bom rakitan yang diduga telah ditanam dua bulan sebelum insiden tersebut terjadi. Pembunuhan ini memicu berbagai reaksi dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
@maulana