Search
Close this search box.

Orang Takut Nabung di Bank Karena Kurang Informasi

FGD "Jangan Takut Menabung di Bank! Uang Aman, Hidup Nyaman" yang digelar KPw BI Solo./visi.news/tok suwarto

Bagikan :

VISI.NEWS | SOLO – Nasib apes yang menimpa Samin, seorang penjaga SD yang uang tabungannya untuk biaya haji disimpan di “celengan” plastik dan dimakan rayap, mendapat tanggapan serius Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo dengan menggelar focus group discusion (FGD) bersama kalangan perbankan di wilayah Kota Solo dan sekitarnya atau Soloraya.

Dalam FGD bersama sub Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta, dengan tajuk “Jangan Takut Menabung di Bank! Uang Aman, Hidup Nyaman” tersebut, KPw BI Solo melakukan edukasi dan meningkatkan literasi masyarakat tentang keamanan menyimpan uang di bank.

Menurut Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, dalam FGD yang diikuti kalangan bank umum BUMN, bank swasta dan BPR tersebut, orang takut menyimpan uang di bank karena kurang informasi sehingga terjadi kasus uang tabungan dimakan rayap.

“Padahal, motif menyimpan uang di bank terkait dengan aspek keamanan, kemudahan, dan keuntungan. Opsi atau pilihan menyimpan uang di bank banyak. Bisa dalam bentuk deposito atau tabungan. Prosesnya mudah. Menyimpan uang di bank, selain aman juga menguntungkan karena mendapat bunga,” Nugroho Joko Prastowo.

Dampak kurangnya informasi tersebut, selain terjadi kasus tabungan dimakan rayap juga muncul keluhan dana tabungan di bank yang berkurang terkena biaya administrasi, sehingga dianggap merugikan nasabah kecil.

Kepala KPw BI Solo berharap, literasi masyarakat terhadap perbankan semakin meningkat, sehingga dana pihak ketiga dari tabungan untuk memperkuat likuiditas tidak berkurang tetapi terus meningkat.

Nugroho Joko Prastowo juga menekankan, kalangan perbankan juga harus merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam memberikan edukasi dan solusi mengenai nyamannya menabung di bank.

Baca Juga :  Dewa United Tembus Empat Besar Usai Hajar PSBS Biak 5-0

“Jaminan keamanan, kemudahan dan keuntungan menyimpan uang di bank, menjadi hal yang penting dan perlu disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Menanggapi kasus yang menimpa Samin, perwakilan bank umum termasuk BPR, menyatakan, selain jaminan keamanan simpanan uang di bank juga ada keuntungan bunga yang besar kecilnya tergantung jenis simpanannya.

“Di BPR, dana tabungan juga mendapatkan jaminan dari Lembaga Perlindungan Simpanan atau LPS. Besaran bunganya tergantung jenis simpanannya. Kalau ingin bunga tinggi ya deposito,” kata seorang perwakilan BPR.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto, menambahkan, nilai tabungan secara kumulatif year on year sebenarnya meningkat sekitar 8,44 persen dengan nilai Rp 6,2 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga dari tabungan masyarakat, Pasca pandemi Covid-19, terjadi pergeseran dari deposito ke tabungan.

“Tabungan yang selama pandemi mayoritas berupa deposito bergeser ke tabungan, karena kebutuhan transaksional  masyarakat makin tinggi,” jelasnya. @tok

Baca Berita Menarik Lainnya :