VISI.NEWS |BANDUNG – Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Dr. Tb. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si mengungkapkan bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 yang paling terdampak adalah perempuan. “Karena perempuan harus memiliki multi talenta, multi peran. Saat ekonomi susah dan suaminya kena PHK, serta disibukkan dengan sekolah online anak-anaknya, ibu juga harus menjadi guru di rumah,” ungkapnya dalam kegiatan ‘Ngawangkong Sareng Pak Dewan’ dengan tema Advokasi & Desimiasi Dalam Rangka Sinergitas Kebijakan Perlindungan Khusus Anak di Hotel Savoy Homann, Bandung, Senin (19/10/2021).
Di acara tersebut, Ace Hasan pun menjelaskan, dalam situasi seperti itu, pasti akan terjadi permasalah domistik rumah tangga yang akan berujung terjadinya kekerasan, baik itu secara verbal ataupun fisik.
Seperti yang disampaikan Wendhy Wijayanto, S.H. dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KAPPA). Katanya, saat pandemi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
ini banyak sekali. Kekerasan yang ujungnya jadi korban istri atau anak.
“Kekerasan terhadap anak sangat mempengaruhi psikologi anak, dan bisa mengalami trauma hingga beranjak dewasa”, katanya kepada VISI.NEWS di sela-sela acara.
Salah satu kekerasan yang kerap kali terjadi, kata Wendhy, disebabkan pernikahan dinidini. Padahal di Indonesia pernikahan dini banyak sekali dan terbanyak berada di Jawa Barat ini.
Indikasi yang terjadi akibat pernikahan dini, kata Wendhy, yaitu perceraian di masa muda, punya anak tidak diperhatikan gizinya, ekonominya minim, masalah yang sebenarnya harus kita antisipasi bersama.
“Kalau belum siap secara psikologis dampaknya bisa terhadap anak itu sendiri, terhadap ibu itu sendiri, ” tandasnya
Ia pun menuturkan bahwa imbas dari pandemi Covid-19 ini jangan hanya masalah economi saha namun dampak lebih jauh adalah mempengaruhi pendidikan anak dan kekerasan terhadap anak. @alfa/mpa