Search
Close this search box.

Pasangan Gibran – Teguh Sementara Unggul atas Pasangan Bajo dari Jalur Independen

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, ketika memberikan hak suara di TPS Pucangsawit yang tidak jauh dari rumah pribadinya./visi-news.com/tok suwarto

Bagikan :

VISI-NEWS.COM – Hasil penghitungan cepat yang dilakukan tim DPC PDI-P Solo terhadap perolehan suara Pilkada 2020 di Kota Solo, pada Rabu (9/12/2020), menunjukkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, sementara mengungguli rivalnya, pasangan Bagyo Wahyono – FX Supardjo (Bajo).

Berdasarkan hasil hitung cepat tersebut, pasangan Gibran – Teguh yang diusung PDIP dengan dukungan 6 Parpol, sampai pukul 16.26 WIB meraup 172.705 suara atau 83,5 persen dari total suara yang masuk sebanyak 206.821. Sedangkan pasangan Bajo dari jalur independen yang didukung komunitas “Tikus Pithi Hanata Baris” memperoleh 34.116 suara atau sebesar 16,5 persen.

Ketua tim pemenangan pasangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, mengungkapkan kepada VISI-NEWS.COM, jumlah suara yang masuk saat itu berasal dari 940 tempat pemungutan suara (TPS) dari total TPS sebanyak 1.231 di 5 kecamatan Kota Solo. Menurut dia, hasil hitung cepat yang dilakukan timnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil real count KPU.

“Biasanya, kalau data yang masuk sudah lebih 60 persen, pergeserannya sudah tidak signifikan. Kita berharap perolehan suara kita masih bisa naik lagi,” ujarnya.

Menanggapi hasil sementara perolehan suara pasangan Gibran – Teguh tersebut, Putut menyatakan, persentase yang masuk sampai Rabu petang itu masih jauh dari target sebesar 92 persen. Meskipun demikian, ketua tim pemenangan Gibran – Teguh itu mengatakan tetap bersyukur dengan keunggulan sementara berdasarkan hitung cepat tersebut.

“Kita tetap menerima hasil itu dengan rasa syukur. Soal perolehannya akan kita jadikan bahan evaluasi. Termasuk evaluasi terhadap turunnya partisipasi pemilih di Pilkada 2020 ini,” katanya.

Menurut Putut, partisipasi pemilih juga tidak sesuai target. Dalam Pilkada 2020 ini, DPC PDIP Kota Solo menempatkan relawan Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) dan Kader Juang di setiap TPS. Dia menduga, di antara penyebab turunnya jumlah warga yang memberikan hak suara, karena pemungutan suara dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19.

Baca Juga :  PMI Kota Bandung: Darah Lebih Aman, Harapan Lebih Cepat

Secara umum, pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 di seluruh TPS di Kota Solo berjalan relatif lancar dan aman. Sempat terjadi kasus, ketika Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, usai memberikan suara di TPS Pucangsawit mendapati seorang saksi pasangan Bajo berasal dari luar Kota Solo.

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu, menanyakan asal saksi dijawab dari Kudus. Mendapat jawaban tersebut, dia menegur keras agar saksi yang semula duduk di bawah tenda pindah duduk di luar dengan dalih penerapan protokol kesehatan.

“Hanya jadi saksi saja kenapa harus mendatangkan dari Kudus. Bukan apa-apa, saya cuma mau melindungi warga saya karena Kudus kan termasuk zona merah,” jelasnya kepada wartawan, tentang tegurannya yang disampaikan secara spontan.

Menanggapi pelaksanaan Pilkada 2020 di Kota Solo, Rudy juga menyatakan bersyukur karena berlangsung lancar dan aman. Dia menilai, meskipun pilkada dilaksanakan dalam suasana pandemi warga Kota Solo tetap antusias memberikan hak suara.

“Soal penurunan angka partisipasi nanti kita evaluasi apa penyebabnya,” sambungnya. @tok

Baca Berita Menarik Lainnya :