VISI.NEWS – Selama pandemi Covid-19, sebagian besar warga mengalami masa sulit dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut sangat terasa dampaknya terhadap para pedagang, khususnya para pedagang kecil.
Ipak (37), warga Depok, Desa Manggung Harja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, merasakan betul efek dari wabah yang terjadi saat ini. Menurut pria asal Sumedang yang setiap harinya berprofesi sebagai pedagang kerupuk jengkol dan kerupuk mie ini, sebelum wabah Covid-19, dirinya biasanya mendapat keuntungan sekitar 150 sampai dengan 200 ribu/harinya. “Mulai berdagang dari pagi sampai malam hari,” jelas Ipak kepada VISI.NEWS di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/1/2021) siang.
Namun, tambah Ipak, dengan kondisi wabah Covid-19 saat ini, jelas sangat berbeda sekali. Ia mengakui penghasilannya menurun drastis. “Saat ini pendapatannya mulai dari 50-75 ribu/harinya,” imbuhnya.
Hal senada dirasakan Dudu (51), warga Sukadana, Desa Manggung Harja, Kecamatan Ciparay. Kata Dudu, yang berprofesi sebagai pedagang asongan telor puyuh, di tengah wabah Covid-19, kondisi penjualannya loyo.
“Biasa penghasilannya mencapai 100 ribu/hari. Kini hanya mendapat 30-50 ribu/harinya,” keluhnya.
Pihaknya berharap Pemerintah memperhatikan warga kecil, khususnya para pedagang asongan. “Mudah-mudahan ke depan, Pemerintah lebih lagi memperhatikan dan mensejahterakan masyarakat kecil. Salah satu contohnya yakni memberikan bantuan, khususnya kepada para pedagang asongan yang benar-benar sangat membutuhkan,” pungkasnya. @yus