Pegawai Kemensos Terima ‘Uang Lelah’ dari Penyuap Dana Bansos Covid-19

Editor :
Senin, 3 Mei 2021 18:18 Reporter: Merdeka Pegawai Kemensos Terima 'Uang Lelah' dari Penyuap Dana Bansos Covid-19 Juliari Batubara membayar KPK. © Liputan6.com / Helmi Fithriansyah

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Iskandar Zulkarnaen, Pegawai Kementerian Sosial (Kemensos), mengaku mendapat uang sebesar Rp 165 juta dari terdakwa kasus dugaan korupsi bansos Covid-19, Matheus Joko Santoso (MJS). Diketahui, MJS diduga berperan sebagai penyuap dan berubah sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos dalam kasus-kasus yang terkait.

“Sesuai BAP (Berita Acara Pemeriksaan) saya terima Rp165 juta Yang Mulia,” kata Iskandar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, dilansir dari merdeka.com, Senin (3/5/2021).

Dia menyatakan, uang itu sebagai ‘uang lelah’ karena telah memilih sebagai tim teknis bantuan sosial (bansos) Covid-19.

“Itu uang lelah kami, Yang Mulia,” tutur Iskandar.

Namun Iskandar menyadari bahwa memberikan uang itu sebagai gratifikasi. Karenanya, dia langsung menyerahkan uang itu kepada KPK karena menyadari tanggungjawabnya sebagai pejabat publik.

Sudah saya kembalikan ke penyidik ​​KPK, ”tutupnya.

Sebelumnya, Robin Saputra, pegawai Kementerian Sosial, mengaku pernah karaokean di kawasan SCBD Jakarta dengan mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso (MJS).

Robin mengaku, sebagai pegawai, tugasnya adalah yang terlibat di dalam Tim teknis pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19. Karenanya, kegiatan karaoke dianggap sebagai ajang hiburan setelah bekerja bersama MJS.

“Seperti yang berlaku untuk karaoke itu (bersama Matheus Joko Santoso), untuk hiburan karena bekerja pak,” kata Robin dalam sidang kasus yang terkait di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (3/5).

Robin menambahkan, tidak hanya MJS, penyuap Juliari lainnya, yakni Harry Van Sidabukke (HVS) diakuinya juga pernah ikut karaokean bersama.

“Harry pernah ikut, saya lupa berapa kali, seingat saya 4 kali,” jelas Robin.

Sebagai informasi, kasus ini Robin juga didakwa jaksa dengan dugaan menerima uang senilai Rp200 juta. Namun Robin penghargaan, uang diterimanya akan diserahkan ke KPK karena bagian dari gratifikasi.@mpa/mdk

Baca Juga :  Pemkot Belum Izinkan Kompetisi Olahraga di Bandung

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung Dadang Supriatna Resmikan Bazaar Ramadan

Sen Mei 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Bazaar Ramadan di Gedung Munara 99, Soreang. Kegiatan bazar yang berlangsung mulai tanggal 3 hingga 6 Mei 2021 ini, digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung. Ia mengatakan, potensi Kabupaten Bandung sangat luar biasa, di mana setiap kecamatan memiliki karya […]