Search
Close this search box.

Pelayanan Pendidikan yang Baik Merupakan Hak Rakyat Indonesia

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, H. Yayat Sudayat./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS — Mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak merupakan hak rakyat Indonesia demikian juga dalam memperoleh kehidupan yang layak. Dengan pelayanan pendidikan yang bagus dan baik, akan tercipta generasi muda berilmu yang berpotensi membangun masa depan bangsa dan negara.

Karena membahas tentang pendidikan, dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, H. Yayat Sudayat (Abah Yayat), bukan berbicara soal kebutuhan hidup berupa sandang, pangan dan papan saja. Tapi bekal bagi generasi muda yang jelas manfaatnya.

“Saat ini pendidikan di Indonesia dalam kacamata saya, bisa dibilang masih memprihatinkan. Indeks pembangunan manusia kita nampaknya ada di urutan bawah dan begitupun bagi pelajar, itu tentu saja cukup menyedihkan,” katanya melalui telepon, Minggu (2/5/2021).

Padahal menurut Abah Yayat, uang atau anggaran yang sampai Triliyunan rupiah atau 20% dari anggaran negara digelontorkan, tapi dengan kondisi saat ini apakah pendidikan di Indonesia sudah maju dan bisa berdaya saing. Ini jelas merupakan tantangan yang harus disikapi dengan signifikan.

Sebab jika mencari jawaban dari masalah ini, tidak ubahnya mirip seperti halnya mengurai benang kusut, dan berisi ribuan masalah yang sangat komplek. Mungkin saja, salah satu yang menjadi akar masalah, bisa jadi adalah sistem pendidikan yang di pakai sekarang ini.
Karena sistem ini sepertinya dibikin standar yang sama buat semua murid, dimana secara tak langsung bisa dilihat bahwa hampir semua terbelenggu.

“Kenyataan itu berdampak dapat mematikan nalar berpikir kritis, meragamkan kemampuan, serta nenumbuhkan kecintaan terhadap sesama, dan di saat yang sama menghilangkan jati diri (Karakter) dan pisikogis setiap muridnya,” ujar dia.

Padahal sistem awal dari pendidikan yang dibangun atau diharapkan, lanjut dia, sepertinya jauh berbeda dengan sistem saat ini. Disisi lain, sebetulnya masalah pendidikan ada di kualitasnyanya bukan pada kuantitasnya. Faktanya baik jumlah maupun anak yang bersekolah itu meningkat dari dari tahun ke tahun, tetapi dalam kondisi pandemi Covid 19, penyelenggaraan pendidikan seperti Kertas putih tak berisi. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :