Search
Close this search box.

Pelemahan Rupiah Mengganggu Kinerja Emiten BUMN Farmasi PT Indofarma dan PT Kimia Farma

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp16.300 menjadi tantangan baru bagi emiten BUMN farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) untuk memperbaiki kinerja tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah saat ini berada di level Rp16.295 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,02% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pelemahan ini berisiko mengganggu kinerja kedua emiten tersebut.

Analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla, mengatakan bahwa depresiasi rupiah menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan karena akan meningkatkan biaya impor bahan baku farmasi.

“Bahan baku farmasi seperti bahan active pharmaceutical ingredients [API] sebagian besar masih diimpor, dan kenaikan harga ini akan berdampak pada margin keuntungan perusahaan farmasi,” ujarnya.

Kondisi ini akan menambah beban bagi INAF dan KAEF, mengingat kedua perusahaan tersebut sedang menghadapi permasalahan internal dan keuangan.

Untuk Indofarma, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan perseroan dan anak usahanya yakni PT Indofarma Global Medika terlibat aktivitas berindikasi fraud, mulai dari transaksi fiktif, pinjaman online, hingga mempercantik laporan keuangan.

Di sisi lain, entitas anak Kimia Farma yaitu PT Kimia Farma Apotek juga diduga melakukan rekayasa laporan keuangan. Perseroan juga menghadapi persoalan efisiensi terkait dengan kepemilikan pabrik yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.

@rizalkoswara

Baca Berita Menarik Lainnya :