Search
Close this search box.

Pemilihan Presiden AS 2024: Persaingan Antara Partai Demokrat dan Partai Republik

Kamala Harris dan Donald Trump./visi.news/usa today

Bagikan :

VISI.NEWS | AMERIKA – Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat akan berlangsung pada Selasa (5/11/2024). Pilpres ini kembali menjadi arena kompetisi antara dua partai utama di AS, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik. Partai Republik menominasikan mantan presiden Donald Trump sebagai calon presiden, dengan Senator Ohio JD Vance sebagai wakilnya. Sementara itu, Partai Demokrat mengusung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon presiden dan Gubernur Minnesota Tim Walz sebagai calon wakil presiden. Dalam berita ini, kami menyajikan panduan sederhana tentang Pilpres AS yang dikumpulkan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dari berbagai sumber.

Untuk memberikan suara dalam Pilpres AS, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: seseorang harus merupakan warga negara AS, tinggal di negara bagian tempat mereka terdaftar untuk memilih, dan berusia 18 tahun atau lebih. Kelayakan ini bisa bervariasi di masing-masing negara bagian, terutama terkait dengan kasus kriminal, di mana individu dengan catatan kriminal mungkin mengalami pembatasan, termasuk kehilangan hak suara secara permanen.

Diperkirakan ada lebih dari 230 juta warga AS yang layak untuk memilih, tetapi hanya sekitar 160 juta dari mereka yang terdaftar sebagai pemilih, dan tidak semuanya akan memberikan suara. Pada pemilu tahun 2020, sekitar 66 persen dari pemilih yang memenuhi syarat ternyata hadir, yang merupakan angka tertinggi dalam lebih dari seratus tahun terakhir.

Pilpres AS menggunakan sistem yang dikenal sebagai Electoral College, yang berbeda dengan pemilihan anggota Kongres yang dilakukan secara langsung oleh rakyat. Ketika warga memberikan suara, mereka sebenarnya memilih sejumlah “pemilih” dari negara bagian mereka yang berjanji untuk memberikan suara untuk kandidat presiden dan wakil presiden tertentu, berdasarkan hasil suara di negara bagian tersebut. Setelah pemungutan suara selesai dan hasilnya disertifikasi, para pemilih tersebut secara resmi memberikan suara mereka.

Baca Juga :  Haji 2026: PPIH Diminta Siap Mental & Total Layani Jemaah

Untuk memenangkan Pilpres AS, seorang kandidat memerlukan 270 suara elektoral, yang merupakan mayoritas dari total 538 suara elektoral yang ada. Sistem ini memungkinkan kandidat untuk menang di jumlah suara populer di seluruh negara, tetapi tetap kalah dalam Electoral College, situasi yang pernah terjadi lima kali dalam sejarah AS, terakhir kali pada 2016 ketika Trump merebut kursi kepresidenan meskipun kalah hampir tiga juta suara secara nasional dari Hillary Clinton. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :