VISI.NEWS | BOGOR – Plh. Pj. Bupati Bogor, Suryanto Putra, bersama Kepala Pelaksana BPBD Bogor, Ade Hasrat, menerima audiensi dan menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Catholic Relief Services (CRS) Indonesia terkait tanggap darurat bencana melalui Kajian Risiko Bencana di Kabupaten Bogor. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor pada Kamis (29/8/24).
Dalam kesempatan tersebut, Suryanto Putra menyampaikan apresiasinya terhadap CRS yang telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui berbagai program prioritas, termasuk kajian risiko bencana. “Terima kasih atas peran serta CRS untuk membantu Pemkab Bogor dalam rangka tanggap darurat bencana. Mudah-mudahan risiko bencana bisa berkurang dengan upaya yang sama-sama kita lakukan,” ujar Suryanto Putra.
Penandatanganan kerjasama ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan antara Pemkab Bogor dan CRS Indonesia. Country Manager CRS Indonesia, Yenni Suryani, menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pemkab Bogor telah berjalan sejak tahun lalu dan hari ini dilakukan perpanjangan untuk tahun 2024. Fokus utama dari kerjasama ini adalah penanganan bencana melalui kajian risiko bencana, yang diimplementasikan melalui program “Bogor Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh” (KUAT).
Baca Juga : 55 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Yenni Suryani juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Pemkab Bogor, khususnya dalam penanggulangan bencana. “Tentunya kami sangat apresiasi bisa bekerjasama dengan Pemkab Bogor terutama berkaitan dengan penanggulangan bencana. Selain itu, kami juga mendorong terhadap upaya penanggulangan kemiskinan, masalah sosial, dan ketahanan pangan,” tambah Yenni.
Kerjasama antara Pemkab Bogor dan CRS Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang ada di wilayah Kabupaten Bogor. Dengan adanya kajian risiko bencana yang komprehensif, diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana serta memperkuat upaya tanggap darurat.
Acara penandatanganan kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga internasional dalam menghadapi tantangan bencana di Kabupaten Bogor. Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat Bogor dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.
@rizalkoswara