VISI.NEWS | BOGOR – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah sepedah motor dan mobil pikap di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10) pagi.
Insiden ini mengakibatkan satu orang pengendara motor meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah sepeda motor Honda Beat yang berbonceng tiga dengan nomor polisi F-6528-FIV.
“Korban kecelakaan meninggal dunia satu orang, pengendara kendaraan sepeda motor Honda Beat bernopol F-6528-FIV yang bernama E,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya, Rabu (9/10/2024).
Ferdhyan mengatakan kecelakaan terjadi pada Selasa (8/10/2024) pagi. Kecelakaan bermula ketika sepadah motor yang ditumpangi tiga orang tersebut melaju dari arah Cileungsi menuju Jonggol.
“Setiba di TKP (tempat kejadian perkara), pada saat bersamaan, dari berlawanan bergerak kendaraan mobil pikap langsung berbelok ke arah Metland,” jelasnya.
Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), sebuah mobil pikap yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba berbelok ke arah Metland. Kondisi ini menyebabkan benturan tak terhindarkan antara sepeda motor dan pikap tersebut.
Kemudian terjadi benturan antara sepeda motor dan pikap tersebut. Benturan terjadi di bagian depan sepeda motor yang menghantam bagian kiri belakang mobil pikap.
Dalam insiden tersebut di mana pengendara sepeda motor mengalami luka serius pada bagian kepala dan meninggal di tempat kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban mengalami luka pada bagian kepala, meninggal dunia di TKP, lalu dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin,” bebernya.
Sementara itu, lanjut Ferdhyan, dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan itu. Keduanya adalah penumpang sepeda motor.
“Korban kecelakaan luka ringan, penumpang atas nama FA mengalami luka pada bagian kepala, dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin. Sementara penumpang bernama RP mengalami patah tulang pada bagian bahu dan lebam di kepala, dibawa ke RS Hermina Cileungsi,” pungkasnya. @desi