Search
Close this search box.

IHSG Anjlok 3,61%, Analisis Dampak MSCI dan FTSE terhadap Pasar

Ilustrasi./visi.news/iStock.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 3,61% (-242 poin) pada pembukaan perdagangan Senin (18/5/2026), mencatat level 6.480. Pelemahan ini dipicu oleh aksi panic selling, menyusul keputusan MSCI dan sinyal keras FTSE terhadap sejumlah saham Indonesia.

Sejak akhir pekan lalu, saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index menjadi tekanan utama IHSG. Enam saham, termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dicoret MSCI, memicu kepanikan investor institusi global yang memegang saham dalam indeks.

FTSE juga memperingatkan potensi penghapusan saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menambah tekanan. Dalam pengumuman “Index Treatment for the June 2026 Index Review”, FTSE menyatakan saham HSC yang sulit diperdagangkan akan dihapus dengan harga nol, efektif pembukaan pasar Senin, 22 Juni 2026.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Analisis konteks menunjukkan bahwa investor global mengantisipasi likuiditas rendah pada saham HSC, sehingga dana indeks pasif berpotensi menjual saham secara besar-besaran. Hal ini memicu panic selling, terutama pada saham-saham yang identik dengan isu free float tinggi seperti BREN dan DSSA.

Dampak pelemahan ini terlihat di hampir seluruh sektor. Data Refinitiv mencatat tekanan terbesar di sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan teknologi. Kontribusi pelemahan IHSG terbesar datang dari BBCA (-2,5%), DSSA (ARB -15%), TPIA (ARB -14,88%), BREN (-10 poin), dan AMMN (-9,12 poin).

Baca Juga :  Dibuka! Pelatihan Vokasi Gratis Kemnaker 2026

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pagi ini mencerminkan kombinasi faktor struktural dan psikologis. Di satu sisi, keputusan MSCI dan FTSE adalah mekanisme penyesuaian indeks global yang rutin. Di sisi lain, investor institusi bereaksi secara agresif terhadap potensi perubahan komposisi indeks, yang berdampak pada likuiditas dan volatilitas pasar domestik. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :