VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam rangkaian seleksi Elite Pro Academy Liga 1 2024/2025, PERSIB Bandung menekankan pentingnya kecerdasan, selain kemampuan teknik yang mumpuni, bagi para calon pemain tim U-16, U-18, dan U-20. Gilang Fauzi, Koordinator Pelaksana Kegiatan Seleksi, menyatakan bahwa PERSIB menginginkan pemain yang tidak hanya memiliki keterampilan bermain sepak bola, tetapi juga kecerdasan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan memahami permainan.
Saat ini, PERSIB bekerja sama dengan Asosiasi PSSI Kota Bandung, menjalani tahapan seleksi di Inspire Arena, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seleksi ini mencakup sesi psikotest untuk menilai IQ dan kemampuan kognitif calon pemain. “Sepak bola modern tidak hanya memerlukan skill, tetapi juga kecerdasan, terutama dalam hal pengambilan keputusan, fokus, dan daya tangkap,” jelas Gilang.
Psikotest menjadi langkah pertama dalam seleksi ini, diikuti dengan sesi small sided game (SSG) untuk menguji kemampuan bermain dalam skala kecil. Para penjaga gawang mendapatkan penilaian khusus dari pelatih kiper PERSIB, Luizinho Passos, sebelum akhirnya seluruh peserta menjalani game 11 vs 11 yang penilaiannya direkam dan dievaluasi oleh tim pemandu bakat.
Baca Juga : PERSIB dan Askot PSSI Bandung Gelar Seleksi Pemain Muda untuk Elite Pro Academy 2024/2025
Menurut Gilang, rekomendasi dari talent scout juga memprioritaskan skill, terutama dalam game 4 vs 4 yang mencakup semua aspek, termasuk mentalitas bertanding. “Dalam game 11 vs 11, penilaian dilakukan oleh tim talent scout dan tim analisis, yang merekam seluruh penampilan peserta,” tambahnya.
Tim pemandu bakat yang terlibat dalam seleksi ini terdiri dari pelatih-pelatih Akademi PERSIB dan PSSI Kota Bandung, termasuk beberapa legenda PERSIB seperti Adjat Sudrajat dan Yudi Guntara. Nama-nama lain seperti Lukas Tumbuan, Yudiantara, dan Dinar Bayu juga turut memperkuat tim pemandu bakat.
Adjat Sudrajat menyatakan kebanggaannya bisa terlibat dalam proses seleksi ini. “Ini adalah suatu kehormatan bagi saya untuk terlibat dalam seleksi pemain muda PERSIB. Darah saya adalah PERSIB, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk memajukan klub ini,” ujar Adjat, yang pernah mengantarkan PERSIB menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986 dan 1989/1990.
Ia juga mengapresiasi upaya PERSIB dalam membina pemain usia muda dan berharap akan semakin banyak pemain dari Akademi PERSIB, Kota Bandung, dan Jawa Barat yang bisa memperkuat PERSIB serta Tim Nasional Indonesia di masa depan.
@rizalkoswara