VISI.NEWS | SOREANG – Jelang masa pendaftraan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) pada Agustus 2024, namun sampai hari ini belum ada satupun koalisi partai yang mendeklrasikan secara pasti mengenai Pasangan Calon (Paslon) yang akan diusung dan didaftarkan ke KPU.
Meskipun, sudah beredar opini di masyarakat bahwa telah terbentuk dua koalisi besar yang akan bertarung dalam kontestasi Pilkada November mendatang.
Koalisi pertama yakni yang terdiri dari PKB, NasDem, Gerindra dan Demokrat yang akan mengusung Calon Bupatinya (Petahana) HM Dadang Supriatna. Koalisi kedua yaitu penantang petahana, terdiri dari Golkar, PKS, PDIP dan PAN yang akan mengusung Syahrul-Gun Gun Gunawan.
Kalau konfigurasi koalisi ini benar-benar terbentuk dan diprediksi mengenai calon usunganya tidak berubah, dan Pilkada Kabupaten Bandung berpotensi hanya diikuti oleh dua pasang calon. Menariknya sampai medio juni koalisi petahana belum juga menentukan siapa pendamping calon Wakil Bupati. Hal ini disampaikan oleh Dadang Risdal Aziz atau yang akrab dipanggil Kang Daris dari Jamparing Institute di Soreang, Jumat (7/6/2024).
Ia menyebut kondisi ini terjadi bisa diasumsikan dua hal. Pertama bahwa petahana sangat berhati-hati untuk menentukan Cawabup, yang akan mendampingi dengan alasan berbagai pertimbangan baik elektabilitas, popularitas dan kapabilitas baik kecakapan dan materi amunisi. Kedua bahwa Petahana justru masih menginginkan cawabup nya dari koalisi yang justru akan jadi penantang.
“Ini kan asumsi, jika koalisi yang terbangun hari ini ditetapkan dan benar-benar terjadi. Maka diprediksi muncul dua pasangan calon dari dua koalisi partai Sahrul-Gun Gun benar bersatu maka calon petahana harus benar-benar memilih figur calon wakil bupati yang bisa mengimbangi popularitas penantangnya,” kata Daris.
Dirinya juga menyampaikan bahwa idealnya pada bulan Juni baik koalisi maupun calon yang akan diusung itu sudah terbentuk. Hal ini tentu akan menjadi kesempatan bagi masyarakat yang akan menjadi pemilih bisa lebih awal dan waktu yang cukup untuk menilai dan melakukan pendalaman terhadap profil Cabup/Cawabup yang akan dipilih nantinya.
Kondisi hari ini partai-partai masih melakukan lobi-lobi politik untuk membangun kesepahaman diantara mereka. Belum menentukan secara pasti baik koalisinya apalagi calon-calon yang akan diusungnya.
“Kontestasi kan adalah bagaimana cara memenangkan sebuah kompetisi, tentu pemilihan pasangan cawabup akan sangat selektif, karena ini sangat menentukan sekali value pasangan tersebut di mata calon pemilih. Salah memilih calon wakil tentu resikonya sangat besar apalagi bagi petahana. Yakni bisa lanjut atau rungkad,” jelasnya.
@gustav