Presidium KAMI Solo: Pilkada Bukan Arena Tinju, Tapi Panggung Kontestasi Berebut Simpati

Editor :
Ketua Presidium KAMI Kota Solo, Usman Aminudin, bersama beberapa pengurus, menyampaikan pernyataan sikap terkait Pilkada 2020./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Solo mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan perkembangan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020.

KAMI mengamati perkembangan tersebut sejak tahap awal proses pencalonan, ketika muncul 3 pasangan bakal calon, yaitu satu bakal calon diusung koalisi parpol dan 2 bakal calon merupakan jalur independen.

“Sejak itu terjadi perkembangan menarik yang bisa berpengaruh terhadap kondusivitas Kota Solo. Pertama, pasangan Purnomo – Teguh yang diusung PDIP gagal karena rekomendasi jatuh ke tangan pasangan Gibran – Teguh. Kegagalan Purnomo maju sebagai calon wali kota, tentu menimbulkan kekecewaan banyak pihak,” ujar Sekretaris Presidium KAMI Kota Solo, Shoebarin Syakur, dalam jumpa pers, Kamis (19/11/2020).

Perkembangan lainnya, kata dia, adalah kegagalan salah satu pasangan bakal calon (pasbalon) jalur independen Alam karena KPU menilai tidak memenuhi persyaratan administratif. Sedangkan pasbalon jalur independen lain, Bajo, meskipun KPU sempat mendapatkan sekitar 6.000 bukti dukungan tidak bisa diverifikasi akhirnya lolos dan akan berhadapan melawan Paslon Gibran – Teguh.

“Pilkada di Kota Solo menjadi unik karena paslon yang didukung koalisi parpol akan melawan calon independen. Padahal, Paslon Bajo yang mengaku didukung koalisi rakyat, di masyarakat belum banyak dikenal. Kondisi ini yang disikapi presidium KAMI Kota Solo, supaya sebelum pilkada, pada pelaksanaan pilkada sampai setelah pilkada tetap kondusif,” ujar sekretaris presidium KAMI itu lagi.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan ketua presidium, Usman Aminuddin, KAMI Kota Solo mengingatkan, pilkada adalah sarana demokrasi konstitusional yang diselenggarakan negara dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat.

KAMI minta KPUD, Panwas, PPS dan Bawaslu berlaku jujur, adil, transparan, profesional, mandiri, dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak para pemilih dengan bebas, tanpa tekanan dan politik uang. Liku-liku pelanggaran semacam itu, menurut dia, pernah dialami ketika dia masih bergabung dengan salah satu parpol peserta Pemilu yang dicurangi.

“Pilkada bukan arena tinju tempat adu kekuatan fisik untuk mencari kemenangan dengan mengalahkan lawan. Tetapi pilkada adalah panggung kontestan untuk merebut simpati penonton dengan cara berlomba kebaikan,” ujar Usman menandaskan.

Presidium KAMI Kota Solo juga mengeluarkan “Deklarasi Solo Damai Pilwalkot Sukses” yang terdiri dari 4 butir, masing-masing 2 butir permintaan dan 2 butir seruan.

Pada butir permintaan, KAMI menyatakan agar pilkada dilaksanakan secara bebas, tanpa tekanan dan tanpa politik uang. Sedangkan pada butir seruan yang ditujukan kepada 2 pasangan calon wali kota, KAMI menekankan agar para pasangan calon dan pendukung menjaga kondusivitas Kota Solo dalam berkontestasi pilkada.

Kepada para pendukung pasangan calon, KAMI menyeru agar jangan membuat kegaduhan dan tidak menggunakan cara-cara tidak terpuji dengan memengaruhi pemilih menggunakan politik uang atau mengarahkan pemilik dengan tanda-tanda tertentu. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BPD se-Kecamatan Rancaekek Siap Laksanakan Musdes Percepat Pembentukan DOB KBT

Kam Nov 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sekretaris Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT), Wawan Hermawan mengatakan, para Ketua Badan Permusyawaratan Desa(BPD) se-Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, sudah menyatakan kesiapannya melaksanakan musyawarah desa (musdes) untuk persiapan kelengkapan administratif jelang pembentukan calon daerah otonomi baru Kabupaten Bandung Timur (CDOB KBT). “Kesiapan para Ketua BPD se-Kecamatan Rancaekek yang […]