Prof. Eddy Tri : Peluang Usaha Benih Hortikultura di Indonesia Sangat Besar

Editor Guru besar Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Eddy Triharyanto, yang akan dikukuhkan sebagai guru besar UNS bersama Prof.  Sayekti Wahyuningsih, Prof. Agung Wijayanta dan Prof. Agus Supriyanto. /visi.news/tok suwarto. 
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO –  Pakar tanaman hortikultura yang sehari-hari dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS), Solo, Prof. Dr. Eddy Triharyanto, yang akrab disapa Prof. Eddy Tri menyatakan, di Indonesia peluang usaha dibidang perbenihan khususnya untuk tanaman hortikultura masih sangat besar.

Dia melihat, pengembangan usaha bidang perbenihan di daerah terkendala oleh keberpihakan pemerintah daerah di bidang pertanian yang masih harus terus didorong.
“Di daerah yang pertaniannya maju, pemerintah daerahnya konsern terhadap pertanian. Di Jember, misalnya, saat ini terdapat 23 perusahaan benih tanaman pertanian se kabupaten. Tapi, yang memprihatinkan ada beberapa daerah yang kini tidak ada petugas penyuluh pertaniannya,” kata Prof. Eddy dalam jumpa pers di kampus UNS Kentingan, Selasa (14/12/2021), menjelang pengukuhannya sebagai guru besar FP-UNS, Rabu (15/12/2021) besok.

Menurut dosen yang juga sebagai tim penilai pendaftaran kualitas tanaman hortikultura, Kementerian Pertanian, itu, ketika dia masuk tim penilai pada 2011 Indonesia tercatat sebagai pengimpor benih tanaman hortikultura terbesar. Sekitar 90 benih tanaman hortikultura, seperti melon, semangka, cabai merupakan produk impor dari Taiwan, Thailand, Jerman, Vietnam dan lain-lain.

“Tim sepakat mengeluarkan regulasi untuk mencegah impor benih tanaman hortikultura. Setelah impor distop, 10 tahun kemudian produksi benih hortikultura di dalam dapat memenuhi 90 persen kebutuhan nasional. Di Jember saja sekarang ini satu kabupaten sudah muncul 23 pengusaha benih,” jelasnya.

Prof. Eddy, di sisi lain melihat tingkat konsumsi hortikultura di Indonesia termasuk masih sangat rendah. Di antara penyebabnya, produktivitas tanaman hortikultura di Indonesia masih rendah.

Tim penilai kualitas tanaman hortikultura Kementerian Pertanian, sambungnya, setelah berhasil mencegah masuknya benih impor saat ini tengah berupaya meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan para pengusaha.

Baca Juga :  Snapchat Dorong Komunitas Augmented Reality Global Berkembang Dengan Menutup Tahun Lewat Festival Lensa

Tim Kementerian Pertanian tersebut juga mendorong upaya pemuliaan tanaman komoditas bawang merah dan bawang putih, serta cabai agar produktivitasnya meningkat sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang berpengaruh pada naik turunnya laju inflasi.

Prof. Eddy Triharyanto, yang dalam pengukuhannya akan menyampaikan pidato ilmiah judul “Peran Bahan Tanam Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hortikultura”, rata-rata asupan buah per kapita yang seharus di atas 200 gram atau sekitar 50 Kkal per hari, dan sayuran di atas 250 gram atau sekitar 62,5 Kkal per hari, selama sekitar 10 tahun konsumsi buah hanya naik 15 persen dan konsumsi sayuran masih rendah, rata-rata di kisaran 29 sampai 39 kkal per orang per hari.

“Secara umum, budidaya tanaman hortikultura dan pemilihan bahan tanam bermutu menjadi kunci keberhasilan peningkatan produktivitas dan kualitas hortikultura. Untuk itu, pengembangan industri perbenihan nasional harus mendapat perhatian semua pihak,” ujar Prof. Eddy.
Dalam pengukuhan guru besar UNS tersebut, bersama Prof. Dr. Eddy Triharyanto, akan dikukuh 3 orang guru besar lainnya, yaitu Prof. Dr. Sayekti Wahyuningsih (F-MIPA), Prof. Ir. Agung Tri Wijayanta, Ph.D, (Fakultas Teknik) dan Prof. Dr. Agus Supriyanto (F-MIPA).@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Walikota Surabaya Eri Cahyadi Gagas Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Jatim

Sel Des 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana membentuk asosiasi atau perkumpulan untuk seluruh Kepala Daerah di Provinsi Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk terus membangun sinergitas dan kolaborasi antar Kepala Daerah. Eri mengatakan, ia bersama bupati dan wali kota di Provinsi Jawa Timur, ingin […]