Search
Close this search box.

Ramai Pegowes & Pecinta Kuliner Serbu Alas Daun Pecel Mendoan Bojongsoang

Konsumen harus ngantri Minggu (29/6/2025) di depan warung 'Alas Daun' di Belakang Komplek Perumahan Podomoro, Jalan Bojongkoneng, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BOJONGSOANG – Setiap akhir pekan, warung Alas Daun Pecel Mendoan Cilacap yang terletak di belakang Komplek Podomoro, Jalan Cikoneng, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, selalu dipenuhi pengunjung. Seperti pada Minggu pagi (29/6/2025), suasana begitu padat hingga para tamu harus rela berdiri menunggu meja kosong.

Tempat makan sederhana ini menyajikan menu khas Jawa dengan harga yang sangat bersahabat. Lontong pecel, nasi pecel, dan pecel sayur masing-masing dibanderol hanya Rp 10.000. Sementara tempe mendoan dijual Rp 10.000 per 3 potong atau Rp 3.500 per potong, dan gorengan hanya Rp 1.000 per biji.

IMG 20250629 095633 800 x 550 piksel jpg

Yang membuat tempat ini istimewa bukan hanya harganya yang murah meriah, tetapi juga rasa yang autentik. Bumbu pecel terasa khas dengan perpaduan kacang yang gurih dan pedas yang pas di lidah. Ditambah lagi, tempe yang digunakan memang khusus dibuat untuk mendoan, satu cetakan tempe untuk satu mendoan—tipis, lebar, dan lembut.

Tak heran jika tempat ini menjadi jujugan para pegowes yang baru menyelesaikan rute pagi mereka. Suasana santai, makanan lezat, dan harga terjangkau menjadi kombinasi yang memikat. Bahkan banyak pengunjung yang datang dari luar Bojongsoang, seperti Buahbatu, Baleendah, hingga Dayeuhkolot.

Meskipun hanya berkonsep warung tenda dengan bangku kayu dan meja panjang, pengunjung rela antre demi seporsi pecel mendoan yang menggugah selera. “Ini sudah kali keempat saya ke sini. Bumbunya nendang banget, nggak bisa bohong,” ujar Yani, seorang pengunjung asal Buahbatu.

Bagi yang tidak ingin menunggu lama, datang lebih pagi adalah kuncinya. Sekitar pukul 07.00 WIB, warung sudah mulai melayani pembeli. Dalam waktu satu jam saja, kursi sudah nyaris penuh, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Baca Juga :  Dorong Digitalisasi dan UMKM, Workshop Media Soroti Peran Strategis Koperasi Desa

Kesan tradisional juga terasa kuat dari penyajian makanannya. Semua disajikan di atas daun pisang yang memberikan aroma khas dan pengalaman makan yang lebih alami. Penggunaan daun sebagai alas juga menjadi daya tarik tersendiri di era modern yang serba cepat ini.

Meski ramai, pelayanan di warung ini terbilang cekatan. Beberapa ibu-ibu di balik dapur tenda dengan lincah meracik bumbu, menggoreng mendoan, dan melayani pesanan. Suasana hangat khas kampung pun terasa akrab di antara pengunjung.

Dengan daya tarik rasa, harga, dan suasana, Alas Daun Pecel Mendoan Cilacap bukan hanya tempat makan, tapi juga destinasi kuliner akhir pekan yang semakin digemari warga Bandung dan sekitarnya.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :