Search
Close this search box.

Reses di Masa PPKM Darurat, H Yanto Setianto “Jemput Bola” ke Rumah-rumah Konstituen

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar H Yanto Setianto, Jumat (16/7/2021), membagi-bagikan paket makanan dan minuman untuk konstituennya. /visi.news/alfa fadillah

Bagikan :

VISI.NEWS – Reses anggota dewan pada saat pandemi Covid-19 saat  ini agak unik. Mereka harus bisa menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil)-nya, tapi dibatasi oleh PPKM Darurat. Terlebih ditargetkan dalam satu minggu harus bisa bertemu dengan sedikitnya 500 konstituennya.

“Kalau bukan jaman pandemi Covid-19 mungkin tidak ada masalah, tapi saat ini sedang PPKM Darurat seperti sekarang ini harus berfikir banyak agar menemukan cara yang tepat karena kerumunan dibatasi,” ungkap H. Yanto Setianto dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung kepada awak media di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Jumat (16/7/2021).

Para anggota dewan dalam melaksanakan reses saat pandemi ini mesti agak terampil, karena dalam reses kali ini tidak difasilitasi gedung, kursi, sound system, dan spanduk. Mereka harus bisa “jemput bola” ke rumah-rumah konstituen agar tetap mendapatkan aspirasi dari masyarakat di dapilnya. “Para anggota dewan benar-benar dituntut untuk  bisa door to door, berkunjung ka lembur,” ujar Yanto Setianto yang saat itu sedang membawa bekal paket makanan dan minuman dalam mobil box.

Tidak mudah untuk mengurusi pembagian paket makanan dan minuman yang dibawanya itu, karena tidak sedikit konstituen Yanto, rumahnya berada di gang-gang sempit yang tidak bisa dijangkau oleg kendaraan roda empat. “Saya akhirnya harus door to door dibonceng sepeda motor karena harus masuk dari gang ke gang, sementara perbekalan diangkut pakai motor oleh warga setempat. Alhamdulillah warga menyambut baik kedatangan saya ka lembur sambil membagikan makanan. Dalam bagi-bagi paket makanan dan minuman ini juga saya  bagikan kepada warga masker agar warga selalu mematuhi anjuran prokes,” ungkapnya.

Meski dilakukan secara door to door, Yanto mengatakan bahwa ia banyak mendapatkan aspirasi dari masyarakat. “Mereka tetap antusias menyampaikan aspirasinya baik infrastruktur yang harus dibenahi, seperti drainase yang sudah rempag kirmirnya, maupun jalan-jalan kabupaten dan desa yang rusak. Walaupun kerusakannya tidak begitu parah tapi warga menghendaki adanya pemeliharaan dari pihak dinas terkait. Aspirasi yang banyak disampaikan terutama masalah bansos yang datanya sulit dipahami, terutama bagi orang-orang yang terpaksa nganggur karena perusahaan tempat kerjanya meliburkan dan para pedagang kecil yang tidak boleh berjualan akibat dibubarkan petugas,” pungkasnya.@alfa

Baca Berita Menarik Lainnya :