VISI.NEWS | BANDUNG – Sebanyak 600 pesepeda antusias mengikuti acara ‘Fun Bike Tribute to Ir. Soekarno’ di Kota Bandung. Kegiatan ini selain mengajak peserta berolahraga santai, juga memberikan edukasi menarik tentang sejarah perjuangan Bung Karno melalui peninggalan bangunan heritage di kota kembang tersebut.
Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, membuka kegiatan ini dengan penuh kebanggaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan betapa kaya akan sejarah dan potensi wisata yang dimiliki Kota Bandung, yang tak hanya terkenal dengan kuliner tetapi juga destinasi wisata edukasinya.
“Banyak sejarah, potensi wisata, dan kuliner di Kota Bandung. Kita harus bangga menjadi warga Kota Bandung. Ini salah satu pusat wisata yang ada di Indonesia,” kata Bambang dengan semangat.
Bambang berharap, seluruh peserta tidak hanya merasa bahagia berpartisipasi, tetapi juga mendapatkan banyak pengetahuan berharga tentang sejarah setelah mengarungi rute yang telah ditentukan. Dia juga menyarankan Kota Bandung sebagai tujuan wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, berkat keunggulan cuaca, suasana, dan budaya yang dimilikinya.
“Bagi peserta dari luar kota, kami minta ceritakan pengalaman seru di kota ini. Semoga para peserta mendapat pengalaman yang menyenangkan,” tambahnya.
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Arif Syaifudin, mengungkapkan bahwa Fun Bike Tribute to Ir. Soekarno merupakan bagian dari rangkaian Calendar of Event Kota Bandung. “Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, di mana para peserta bisa belajar sejarah dari bangunan-bangunan heritage yang didesain oleh Bung Karno,” jelas Arif.
Sementara itu, perwakilan dari Yayasan Bung Karno, Folmer Silalahi, menyampaikan bahwa kegiatan bersepeda ini adalah sebuah cara yang menyenangkan untuk memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
“Kita memaknai nilai-nilai perjuangan Bung Karno, meski dengan cara yang santai dan menyenangkan,” ujar Folmer.
Tidak hanya berhenti di situ, ia juga menggarisbawahi bahwa ada lebih dari 11 bangunan bersejarah karya Bung Karno yang menjadi titik edukasi bagi peserta. Beberapa di antaranya adalah Rumah Tinggal di Jalan Malabar (Rumah Kembar), Rumah Ibu Inggit Garnasih, Gedung Indonesia Menggugat, Penjara Banceuy, serta beberapa masjid dan rumah tinggal lainnya.
“Dari beberapa bangunan heritage ini, kami ingin menunjukkan kepada wargi Bandung bahwa kota Bandung ini layak dijadikan kota perjuangan Bung Karno,” tutupnya dengan bangga.
@mpa