VISI.NEWS | BANDUNG – Kekalahan Al Nassr dari Al Qadsiah tak hanya memukul peluang juara, tetapi juga menjadi momen ujian kepemimpinan Cristiano Ronaldo. Saat tekanan memuncak dan jarak dengan puncak klasemen melebar, sang kapten tampil sebagai suara paling lantang yang menjaga harapan tim tetap hidup.
Al Nassr takluk 1-2 dari Al Qadsiah pada lanjutan Saudi Pro League, Jumat (9/1/2026). Hasil ini membuat tim asuhan Luis Castro kini tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Al Hilal, sekaligus memperpanjang tren negatif dengan hanya satu kemenangan dari empat laga terakhir.
Di tengah performa tim yang belum stabil, Ronaldo justru memilih berdiri di depan. Pemain berusia 40 tahun itu menegaskan Al Nassr belum menyerah dalam perburuan gelar, meski persaingan kian ketat.
“Sulit bersaing dengan tim seperti Al-Hilal dan Al-Ittihad, tetapi kami masih ada di sana, terus mendorong dan berjuang,” ujar Ronaldo.
Ronaldo menjadi satu-satunya pencetak gol Al Nassr lewat eksekusi penalti. Gol tersebut merupakan gol pertamanya pada 2026, namun belum mampu menghindarkan tim dari kekalahan kedua secara beruntun.
Meski belum mempersembahkan trofi mayor sejak bergabung pada Desember 2022, Ronaldo menegaskan komitmennya tak berubah. Ia menyoroti pentingnya profesionalisme di saat tekanan justru semakin besar.
“Sepak bola memang seperti itu; ada momen baik dan buruk, tetapi yang terpenting adalah tetap profesional, bekerja keras, menghormati klub, menghormati kontrak, dan percaya bahwa segalanya akan berubah,” katanya.
Ronaldo juga menegaskan fokusnya tetap pada ambisi kolektif Al Nassr.
“Untuk Al Nassr, kami akan terus berjuang untuk memenangkan lebih banyak gelar.”
Pesan senada kembali ia sampaikan melalui media sosial usai laga.
“Perjuangan ini belum berakhir. Kami terus bekerja dan akan bangkit bersama!”
Di balik hasil minor tim, Ronaldo juga mendekati target pribadi. Gol ke gawang Al Qadsiah membuat koleksi golnya kini mencapai 958 gol sepanjang karier, hanya terpaut 42 gol dari angka 1.000 yang selama ini ia kejar.
Tantangan berikutnya menanti Al Nassr pada Senin mendatang saat menghadapi Al Hilal. Laga tersebut berpotensi menjadi penentu arah perburuan gelar: kemenangan akan memangkas jarak menjadi satu poin, sementara kekalahan bisa membuat peluang juara semakin menjauh. @kanaya












