Search
Close this search box.

RSHS Perketat Kewaspadaan Super Flu, Satu Pasien Komorbid Meninggal Saat Dirawat

Suasana ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis, 8 Januari 2025, saat tim medis menangani pasien super flu dengan komorbid berat yang dilaporkan meninggal dunia./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu, setelah menangani 10 pasien dengan gejala infeksi tersebut. Dari jumlah itu, satu pasien dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif.

Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan yang berat sehingga penyebab kematian tidak bisa langsung dikaitkan dengan virus influenza.

“Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high care dan satu masuk ke ruang intensif,” kata dr Yovita di Bandung, Kamis (8/1/2025).

Ia menyebut pasien yang dirawat di ruang intensif akhirnya meninggal dunia karena komplikasi penyakit lain.

“Yang masuk ke ruang intensif memang kemudian dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” ujarnya.

Menurut dr Yovita, pasien tersebut memiliki sejumlah penyakit serius yang memperberat kondisi klinisnya.

“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga,” katanya.

Ia menegaskan tim medis belum dapat memastikan bahwa super flu menjadi penyebab langsung kematian pasien tersebut.

“Apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia memiliki komorbid yang banyak,” ucap dr Yovita.

Dari hasil penelusuran RSHS, 10 pasien dengan gejala super flu berasal dari kelompok usia yang beragam, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Dua pasien merupakan bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, satu pasien berusia 11 tahun, dan sisanya berada pada rentang usia 20 hingga 60 tahun.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, dr Iwan Abdul Rachman, menyampaikan bahwa secara medis, super flu tidak jauh berbeda dengan influenza musiman, meskipun tingkat keparahannya bisa lebih tinggi.

Baca Juga :  Perhutani KPH Pekalongan Barat Sosialisasikan Skema Baru Dana Pensiun

“Secara garis besar, influenza ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan influenza musiman seperti biasa,” kata dr Iwan.

Ia menambahkan, perbedaan utama terletak pada tingkat keparahan gejala dan kecepatan penularan.

“Penyakitnya bisa lebih berat dan penyebarannya lebih cepat,” ujarnya.

RSHS memastikan kesiapan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.

“Yang kami lakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin tentunya kami siap memberikan pelayanan pada siapa pun pasien yang membutuhkan layanan tersebut,” kata dr Iwan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu berat.

“Bila dirasakan gejala dari flu itu berat, kami persilakan untuk datang ke fasilitas kesehatan, khususnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” tutupnya.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :