Search
Close this search box.

Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, 9.700 Siswa Ikut Belajar Hari Ini

Menteri Sosial Saifullah Yusuf./visi.news/Kemensos.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Program Sekolah Rakyat mulai beroperasi hari ini, Senin (14/7/2025), di berbagai wilayah Indonesia. Tercatat, sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat resmi memulai kegiatan pembelajaran pada hari pertama tahun ajaran 2025/2026, sedangkan 37 titik lainnya akan menyusul pada akhir bulan ini.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa lebih dari 9.700 siswa akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tanpa seleksi akademik yang ketat.

“Kalau untuk Sekolah Rakyat itu enggak pakai tes akademik. Yang penting mereka dari desil satu, artinya kelompok miskin dan miskin ekstrem,” kata Gus Ipul, Selasa (20/5/2025).

Proses penyaringan calon siswa dilakukan Kementerian Sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan survei lapangan.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, menambahkan bahwa meski tanpa seleksi akademik, dilakukan pemetaan kemampuan siswa secara menyeluruh. Ia mengatakan sekolah akan melakukan academic mapping untuk mengetahui posisi akademik, kesehatan fisik, dan kondisi psikologis siswa di awal masuk.

Ia menekankan, jika ada siswa yang memiliki penyakit, maka akan diobati tanpa menghalangi hak pendidikannya.

Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan model Multi Entry-Multi Exit. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi siswa dalam menentukan jalur pendidikan sesuai kebutuhan dan kesiapan mereka, mencakup aspek fisik, psikologis, dan akademik.

Untuk mendukung kualitas pembelajaran, Sekolah Rakyat dilengkapi sistem Learning Management System (LMS) digital. Sistem ini memungkinkan seluruh kegiatan pembelajaran dan administrasi termonitor secara real-time dari pusat.

“Nanti di meja Pak Menteri akan tersedia dashboard. Dari sana bisa langsung dilihat berapa siswa yang hadir, mata pelajaran yang diajarkan, hingga siapa guru yang mengajar. Semua termonitor secara online,” kata Nuh.

Baca Juga :  PGE Sabet Going Digital Awards 2025, Teknologi Panas Bumi RI Diakui Dunia

Pelaksana Tugas Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan kualitas pendidikan Sekolah Rakyat akan sama baiknya dengan sekolah umum. Bahkan, guru-guru di Sekolah Rakyat akan dipilih secara khusus untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga.

Berbeda dari sekolah umum, Sekolah Rakyat dirancang berbentuk asrama atau boarding school. Selain mendapat pendidikan formal, siswa juga akan menerima asupan gizi yang cukup serta penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :