Search
Close this search box.

Seorang Pria Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

TKP seorang pria tewas tersambar KA Pangrango di Kampung Nyomplong Kulon, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Selasa (8/10/2024) siang. /visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Seorang pria bernama Feri Kristiawan (35) tewas tersambar Kereta Api (KA) Pangrango ketika hendak menyeberang rel kereta di daerah Nyomplong, Kota Sukabumi, Selasa (8/10/2024) siang.

Kasubsi Pengelola Informasi Dokumentasi dan Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli menyatakan peristiwa tersebut terjadi di Kampung Nyomplong Kulon, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong. “Korban dalam kejadian ini merupakan warga Jalan Dwikora, Kelurahan Warudoyong,” kata Ade.

Ade menuturkan ketika itu Kereta Api Pangrango melaju dari arah Kota Sukabumi menuju arah Bogor. Adapun korban saat itu setelah memarkirkan motornya diduga akan menyebrang rel, akan tetapi karena jarak terlalu dekat sehingga korban tertabrak dan terpental sekitar 2 Meter dan terjatuh.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka, sementara pada saat perjalanan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, korban meninggal dunia selanjutnya dilakukan Visum et Repertum,” kata Ade.

Sementara itu, PLH Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Tohari membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pada pukul 11.28 WIB diterima laporan dari Masinis KA 302A Pangrango relasi Sukabumi – Bogor bahwa telah tertemper Orang di Km. 56+100/200 jalur hilir petak jalan Sukabumi-Cisaat.

“Dari kejadian tersebut kami menghimbau kepada para pengguna jalan agar tertib dan patuh terhadap rambu-rambu yang ada. Dan bagi pemerintahan setempat juga turut berperan aktif untuk ikut meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan di perlintasan sebidang jalur KA,” ujar Tohari.

Sesuai aturan dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya, para pengguna jalan raya wajib berhenti di rambu tanda “STOP”, tengok kiri – kanan baik pada perlintasan terjaga maupun tidak terjaga. Apabila telah yakin aman, baru bisa melintas.

Baca Juga :  Dari Tekanan ke Ketajaman, Senyum Jadi Titik Balik Nkunku di Milan

@andri

Baca Berita Menarik Lainnya :