Setelah PPKM Darurat, BOR RS Rujukan Covid-19 di Jabar, Banten & Jakarta Turun di Bawah 30%

Editor Ilustrasi Rumah Sakit. /Ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) melaporkan jumlah kasus aktif secara nasional sudah menurun 37,58 persen dari puncak penyebaran Covid-19 pada Juli lalu. Satgas Covid-19 juga melaporkan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di provinsi tak ada yang lebih dari 80 persen.

Terdapat empat provinsi memiliki Bed Occupancy Ratio (BOR) mencapai 60-80 persen yaitu Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara 23 provinsi tercatat memiliki BOR mencapai 30-59 persen dan 7 provinsi memiliki BOR kurang dari 30 persen.

“Di antara 7 provinsi dengan angka BOR di bawah 30 persen, 3 provinsi berada di pulau Jawa. Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta berhasil menekan angka BOR di wilayah mereka sampai turun di bawah angka 30 persen. Jadi kita bisa melihat kemajuan yang sangat signifikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir pasca-penerapan PPKM Darurat,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisya, dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021).

Dewi mengatakan, pada pertengahan Juli 2021 terdapat sembilan provinsi dengan persentase BOR rumah sakit rujukan Covid-19 lebih dari 80 persen sebelum diberlakukan PPKM level 4. Setelah penerapan PPKM Darurat hingga Level 4 di Jawa dan Bali, pertengahan Agustus sudah tidak terdapat lagi provinsi dengan persentase BOR di atas 80 persen.

“Jadi ini adalah progres bagaimana keterpakaian tempat tidur di rumah sakit di provinsi-provinsi bergerak setiap pekannya dan pasti akan mengikuti dengan jumlah kasus aktif juga. Ketika jumlah kasus aktifnya naik, sudah bisa dipastikan angka BOR-nya juga akan tinggi,” ujar dia.

Terkait angka keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU, hanya da 2 provinsi dengan BOR ICU cukup tinggi di atas 80 persen. Provinsi pertama Bangka Belitung di angka 95,48 persen dan Kalimantan Timur di angka 83,54 persen.

Baca Juga :  Ini Beberapa Keutamaan Sedekah di Hari Jumat

“Tapi kita juga harus paham berapa sih jumlah tempat tidur ICU di sana, jadikan angka besar belum tentu ada banyak tempat tidurnya. Jadi kalau tempat tidurnya sedikit itu yang menyebabkan dia penuh,” kata Dewi.

Selanjutnya, angka terisian tempat tidur pasien isolasi Covid-19 di 514 kabupaten. Terdapat 27 kabupaten/kota yang berada di angka BOR lebih dari 80 persen. Kemudian 78 kabupaten/kota dengan BOR di angka 60-80 persen. Lalu 224 kabupaten/kota dengan angka BOR 30-50 persen dan 181 kabupaten/kota di bawah 30 persen.

Dewi memaparkan, angka keterpakaian tempat terpusat isolasi di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 nasional mengalami peningkatan signifikan pada pekan pertama dan kedua juli 2021. Saat itu 51,87 – 54,22 persen kab/kota memiliki BOR lebih dari 60 persen.

Namun sejak pekan ketiga Juli hingga per 15 Agustus hanya terdapat 23,57 persen kabupaten/kota yang memiliki BOR di atas 60 persen. Selain itu, jumlah kabupaten/kota dengan BOR di atas 80 persen menurun signifikan dari 27,3 persen pada pekan pertama Juli menjadi 7,8 persen pada pekan kedua Agustus.

Dewi menambahkan terjadi penambahan tempat terpusat isolasi sebanyak 43.366 dalam waktu 3 bulan. Hal ini menunjukan adanya kenaikan sebesar 61,15 persen kasus Covid-19.

Penambahan jumlah tempat terpusat isolasi terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur dengan total 7.319 tempat tidur. Jumlah tempat terpusat isolasi terbanyak berada di provinsi DKI Jakarta dengan 17,379 tempat tidur. Serta 61,7 persen ruang isolasi Covid-19 berada di Pulau Jawa.

Selain itu, terjadi penambahan tempat terpusat intensif sebanyak 3.970 dalam waktu 3 bulan. Hal ini menunjukan adanya kenaikan sebesar 52,57 persen.

Penambahan jumlah tempat terpusat intensif terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur sebanyak 782 tempat tidur, jumlahtempat terpusat intensif terbanyak berada di provinsi Jawa Timur sebanyak 1.900, dan 65,53 persen tempat terpusat ruang intensif Covid-19 berada di Pulau Jawa.

Baca Juga :  USWAH: Meneladani Kemuliaan Hati Rasulullah Saw

Pergerakan BOR Setahun Terakhir

Dewi melanjutkan, grafik angka keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran periode 1 Agustus 2020 – 18 Agustus 2021 mengalami tren kenaikan sejak tanggal 18 Mei 2021. BOR di RSD Wisma Atlet sempat mencapai keterpakaian 80.68 persen pada 13 Juni 2021.

Penambahan sebanyak total 1.400 tempat tidur dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Juni 2021, serta penambahan 500 tempat tidur pada tanggal 24 Juni 2021, sehingga angka keterpakaian dapat terkendali namun tetap mengalami fluktuasi. Dewi memaparkan, terjadi penurunan absolut BOR Wisma Atlet sebesar 73.19 persen.

Berikut Rekomendasi Optimalisasi Fasilitas Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19

1. Manfaatkan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien Covid-19

2. Bagi pasien Covid-19 yang tidak bergejala maupun gejala ringan agar dapat menjalani perawatan di Fasilitas isolasi terpusat agar kondisi terus terpantau dan menghindari potensi perburukan.

3. Perhatikan gejala Covid-19, segera ke RS jika ada gejala sedang dan berat

4. Segera ke RS untuk menerima penanganan jika menurut gejala sedang sampai dengan berat terutama untuk pengidap komorbid. Jangan sampai terjadi perburukan.

5. Pemerintah daerah berperan penting dalam antisipasi kesiapan faskes

6. Pemerintah dan Satgas daerah harus memantau rutin perkembangan kasus aktif di wilayahnya. Jika terjadi kenaikan kasus, pastikan kecukupan jumlah tempat tidur, alat kesehatan, dan SDM.

7. Gunakan strategi konversi tempat terpusat Covid-19 dan penambahan isoter jika dibutuhkan

8. Jika diperlukan, daerah dapat melakukan konversi tempat tidur di RS dan menambah RS Darurat atau lapangan untuk karantina terpusat.

@mpa/mdk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

FKOR UNS Targetkan Atlet Paralimpiade Indonesia Sukses Raih Medali di Tokyo

Rab Agu 18 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dekan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Dr. Sapta Kunta Purnama, menyatakan, para dosen dan mahasiswa di fakultas yang dipimpinnya bertekad menyukseskan tim paralimpic nasional Indonesia dalam perebutan medali di ajang Paralympic Games Tokyo 2020, Jepang. “Kami ikut berkontribusi mempersiapkan para atlet paragames ke Paralimpiade […]