Search
Close this search box.

Setiap Idul Adha, Pupu Fuazen Disibukkan Penampungan Kulit Hewan Kurban

Pupu Fauzen (kiri) bersama panitia kurban Mesjid Al Muttaqien Carsono, S.H., Minggu (16/6/2024) malam. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Menjelang perayaan Idul Adha, Pupu Fuazen (51) selalu disibukkan dengan banyaknya panitia kurban yang menjual kulit domba atau sapi kepadanya. Pupu, yang merupakan seorang pengusaha kulit, terutama menampung penjualan kulit dari wilayah Kecamatan Baleendah.

“Tiap lebaran Idul Adha rata-rata sampai tiga ton kulit hewan kurban yang dijual ke saya oleh panitia kurban. Seperti sekarang juga,” ungkapnya, Minggu (16/6/2024).

Pupu menjelaskan bahwa kulit-kulit tersebut tidak hanya ditampung olehnya, tetapi juga melalui teman-temannya yang kemudian disetorkan kepadanya. “Dari saya, kemudian saya jual lagi ke para penampung. Ada yang dijadikan kulit sepatu, jaket kulit, dorokdok, dan produk kulit lainnya,” ujar pria yang telah menekuni usaha ini sejak bujangan.

Ia mengungkapkan bahwa untuk kulit sapi bisa diolah menjadi tiga bagian. Lapisan terluar yang berbulu dimanfaatkan untuk kulit sepatu atau tas. “Untuk menghilangkan bulunya, menggunakan cairan kimia khusus yang bisa menghilangkan bulu dan meningkatkan kualitas kulit. Olahan kimia yang paling mahal bisa menjadikan kulit tersebut setipis kain dan lembut bila dipegang,” jelasnya.

Sedangkan lapisan tengah dan lapisan paling luar kulit juga bisa digunakan untuk pembuatan sepatu dengan kulit tebal atau untuk kebutuhan alat-alat keselamatan lainnya. “Kulit tengahnya juga bisa diolah menjadi makanan seperti dorokdok atau olahan lainnya seperti intik mie kocok, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, lapisan kulit yang paling dalam biasanya diolah menjadi makanan juga, salah satunya adalah kerewedan. “Saya dan istri juga kadang mengolah sendiri untuk dijadikan makanan atau produk kulit lainnya,” pungkas Pupu.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :