Search
Close this search box.

SOSOK | Dalang Cilik R. Bandawa Satria Adhieyaksa Gemar Wayang Golek Sejak Usia 2 Tahun

Dalang Cilik R. Bandawa Satria Adhieyaksa. /visi.news/engkos kosasih

Bagikan :

VISI.NEWS | RANCAEKEK – Seorang anak terlihat menggemari seni budaya Sunda wayang golek yang merupakan warisan para leluhur. Ia tampak terampil menampilkan tokoh wayang “Cepot” dan “Dawala”.

Ada pula di sisinya “Semar”, “Gareng” dan wayang golek lainnya yang menunjukkan bahwa ia sangat akrab dengan “mainan”-nya itu.

Dalang Cilik R. Bandawa Satria Adhieyaksa, tinggal di cluster perumahan di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Satria terlihat menampilkan kebolehannya dalam memerankan kedua tokoh pewayangan dari keluarga Semar itu, yakni Cepot dan Dawala.

Untuk mengawali penampilannya, Satria menampilkan wayang golek Cepot dengan berbagai gaya dan penampilannya dengan ciri khas dan karakter wayang golek tersebut.

Setiap pagelaran wayang golek, penampilan wayang golek Cepot banyak disenangi atau disukai oleh penonton karena selalu menghibur para penontonnya. Mulai dari cerita humor maupun dalam penyampaian berbagai keilmuan yang berkaitan dengan manusia.

Penampilan Cepot itu diiringi dengan suara atau bunyi peralatan seni Sunda yang menjadi ciri khasnya dalam pelestarian budaya Sunda tersebut.

Tak lama berselang, Satria pun menampilkan wayang golek Dawala beserta Cepot, untuk melakukan komunikasi atau dialog dengan ciri khas candaan kedua wayang golek itu. Candaan kedua tokoh pewayangan ini memiliki makna yang cukup luas, karena berisi atikan yang berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Satria pun menirukan suara Cepot dan Dawala yang menarik perhatian para penonton kala itu.

Satria yang memiliki kemampuan dan trah seorang dalang wayang golek itu, sebelumnya pernah tampil dalam berbagai kegiatan. Baik di sekolah maupun di tempat lainnya.

Tentunya, penampilan dalang cilik wayang golek ini mendapat perhatian banyak pihak. Mengingat potensi yang dimiliki Satria yang masih duduk di bangku kelas 6 SDN di Buahbatu Kota Bandung ini tidak dimiliki banyak orang di usianya.

Baca Juga :  Program Beasiswa Jember Perkuat Akses Pendidikan Tinggi

Satria mengaku menggemari wayang golek hingga menjadi dalang cilik ini, ketika ia masih usia 2 tahun. Jadi potensi yang dimiliki Satria ini bukan semata-mata karena faktor keturunan orang tuanya, melainkan tumbuh dengan sendirinya ketika ia sejak kecil sering diajak kakeknya nonton pagelaran wayang golek.

“Memang tidak ada turunan menggemari wayang golek. Awalnya, kakek saya sering nonton wayang golek Jadi saya ikut nonton wayang golek, kemudian diajarin main wayang golek sampai sekarang. Jadi saya dari dulu itu suka sekali sama wayang golek,” aku Satria saat menampilkan wayang golek di halaman rumahnya, Minggu (28/1/2024).

Dia pun mengungkapkan karena dalam dirinya ada potensi menjadi dalang wayang golek, sehingga ia pun bercita-cita ingin menjadi dalang wayang golek yang betul-betul profesional dan lebih baik lagi kedepannya.

“Saya berharap kedepan ingin lebih baik lagi. Supaya bisa membanggakan kedua orang tua juga,” harap anak pertama dari dua bersaudara pasangan suami istri Bambang Adhieyaksa dan Suci Barokah ini.

Satria juga mengaku sangat mencintai seni budaya Sunda sendiri. Ia juga mengajak kepada anak-anak seusianya untuk lebih mencintai seni budaya Sunda sebagai warisan orang-orang terdahulu.

“Seni budaya wayang golek itu biar tidak punah. Saya ingin terus melestarikan wayang golek. Semoga teman-teman juga turut melestarikan seni budaya wayang golek,” katanya.

@kos

Baca Berita Menarik Lainnya :