Terdampak Kebijakan PSBB, 19 Warga Garut Terdampar di Papua

Kadiskominfo Garut, Muksin membenarkan adanya 19 warga yang terdampar di Papua kepada Wartawan./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sejumlah warga Kabupaten Garut saat ini terdampar di Provinsi Papua. Mereka tak bisa pulang ke Garut karena terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Papua.

Adanya sejumlah warga Garut yang saat ini terdampar di Papua, dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Muksin. Pemkab Garut turut prihatin dengan nasib yang mereka alami saat ini dan berusaha akan memulangkannya.

“Benar, kami telah mendapatkan laporan adanya sejumlah warga Garut yang saat ini terdampar di daerah Papua. Kami telah berkoordinasi dengan koordinator warga Garut yang ada di Papua, Asep Kuswara,” ujar Muksin saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

Dikatakannya, pihaknya telah meminta Asep agar dilakukan pendataan jumlah warga Garut yang saat ini terdampar di Papua. Disampaikan pula adanya rencana Pemkab Garut untuk membantu memulangkan mereka.

Menurut Muksin, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, diperoleh keterangan bahwa saat ini ada 19 warga Garut yang terdampar di Papua dan menginginkan segera pulang ke Garut.

Bahkan identitas ke-19 warga Garut itu pun saat ini sudah dikantongi Pemkab Garut.

Muksin menyebutkan, sebelumnya 19 warga Garut itu berangkat ke Papua untuk bekerja dengan berbagai keahlian.

Mereka terdiri atas beberapa kelompok, ada yang kelompok bekerja di proyek pembangun kandang ayam, tukang pangkas rambut, jualan dan pasang plafon rumah, serta ada juga yang berjualan kacamata.

“Sebenarnya, di sana mereka mempunyai penghasilan karena semuanya punya usaha dan pekerjaan. Namun, ketika pekerjaan mereka selesai, mereka tak bisa pulang karena terbentur aturan PSBB yang diterapkan pemerintah setempat,” katanya.

Diungkapkan Muksin, bandara di Papua tutup seiring dengan adanya kebijakan penerapan PSBB di Papua. Hal inilah yang membuat mereka tak bisa pulang sehingga terpaksa harus bertahan di Papua.

Akibat kondisi seperti ini tuturnya, persedian perbekalan mereka pun terus menipis. Uang hasil mereka bekerja terpaksa terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski di Papua mereka juga mendapatkan bantuan dari Paguyuban Sunda Ngumbara yang ada di sana.

Masih menurut Muksin, pihaknya telah meminta Asep untuk mencari informasi kapan bandara di Papua akan mulai dibuka kembali dan kapan mulai ada jadwal penerbangan.

Selain itu, pihaknya juga telah menginventarisasi kebutuhan untuk tiket serta kebutuhan lainnya untuk keperluan kepulangan 19 warga ke Garut.

“Kita pasti akan fasilitasi kepulangan mereka dan kita telah inventarisasi berapa kebutuhan untuk tiket pesawat serta biaya transport lainnya hingga mereka bisa sampai di Garut. Anggarannya telah kita usulkan dan kita juga telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial,” ucap Muksin.

Sementara itu koordinator warga Garut yang ada di Papua, Asep Kuswara saat dihubungi via telepon genggam miliknya, mengaku telah dihubungi oleh Kepala Diskominfo Garut sebagai perwakilan dari Pemkab Garut.

Pemkab Garut sudah menjanjikan untuk memfasilitasi kepulangan mereka jika bandara sudah dibuka dan sudah ada jadwal penerbangan dari Papua.

“Alhamdulillah saya sudah berkoordinasi dengan Pak Muksin sebagai Kadiskominfo Garut,” ungkap Asep

Ia menyebutkan, Pemkab Garut akan membantu dalam penyediaan tiket dan biaya transport dari bandara hingga ke rumah kami di Garut. Tak hanya itu, Pemkab Garut juga akan membantu biaya untuk keperluan rapid test serta surat-surat.

Asep mengungkapkan, keberangkatannya ke Papua pada tanggal 2 Maret lalu bersama empat rekannya merupakan warga Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Mereka diberangkatkan oleh salah satu perusahaan guna mengerjakan proyek pembangunan kandang ayam di salah satu wilayah di Papua.

“Sudah dua bulan ini kami terdampar karena tak bisa pulang ke Garut. Sedangkan pekerjaan di sini sudah selesai. Uang hasil bekerja di proyek pembangunan kandang ayam kian hari kiN menipis karena dipakai untuk keperluan sehari-hari. Meski kami mendapat bantuan di sini. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

One thought on “Terdampak Kebijakan PSBB, 19 Warga Garut Terdampar di Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pancasila Perekat Bangsa, Generasi Muda Jangan Mudah Terprovokasi

Sen Jun 1 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Di tengah pandemi Covid-19 dan Hari Lahiran Pancasila, Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, menilai bahwa Pancasila sebagai perekat kesatuan bangsa sehingga dimasa sulit ini, diharapkan bisa saling bahu bersatu menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya dalam dunia kesehatan. “Karena kita ini negara kepulauan, ratusan suku […]