Tertinggal 0-2, Liverpool ke Final Hancurkan Villarreal 3-2 (5-2)

Editor Sadio Mane saat lolos dari sergapan penjaga gawang Villarreal, dan berbuah menjadi gol pada leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (4/5/2022) dini hari WIB./visi.news/screenshot/zall
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SPANYOL – Sempat tertinggal 2-0 di babak kedua, Liverpool benar-benar memiliki mental juara sanggup membalikkan keadaan menjadi unggul 3-2 (5-2), sekaligus mengantarkan The Reds menyegel tiket ke final Liga Champions 2021-2022, yang berlangsung di Estadio De La Ceramica, Spanyol, Rabu (4/5/2022) dini hari WIB.

Pada babak pertama, ancaman juru taktik Villarreal, Unai Emery untuk membuat Liverpool menderita menjadi kenyataan. Janji Emery bukanlah isapan jempol belaka, tapi sebuah fakta yang terjadi di lapangan.

The Reds benar-benar menderita sepanjang babak pertama. Skuad Jurgen Klopp mendapat tekanan berat dan sulit keluar dari tekanan pemain Villarrean, yang tampil garang.

Puluhan ribu fans Liverpool dibuat sport jantung. Babak pertama baru bergulir tiga menit, gawang The Reds yang dikawal Alisson Becker sudah koyak dibobol B. Dia. Gol tersebut disambut gegap gempita puluhan ribu pendukung Villarreal, yang membanjiri stadion kebanggaan mereka.

Liverpool benar-benar mati kutu dan tidak berdaya meladeni permainan cepat anak asuh Unai Emery. The Reds sepanjang babak pertama hanya bisa bertahan dari serbuan tim berjuluk Kapal Selam Kuning (Villareal).

Estadio De La Ceramica yang dihiasi dengan pernak pernik kuning bagaikan hendak meledak, manakala pada menit 41 Villarreal kembali menjebol gawang Alisson Becker menambah penderitaan Liverpool menjadi 2-0. Gol tersebut dijaringkan F. Coguelin melalui tandukan kepala, yang bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Liverpool melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Luis Diaz menggantikan Diogo Jota dan menarik Henderson digantikan Keita.

Permainan pasukan Jurgen Klopp mulai hidup dengan menyuguhkan pola permainan ciri khas Liverpool, melalui umpan dari kaki ke kaki menyusur tanah.

Baca Juga :  Kang DS Sudah Hampir Penuhi Kuota Suara

Strategi ini cukup manjur membawa perubahan bagi The Reds yang sanggup menguasai jalannya pertandingan. Sementara Villarreal yang sudah unggul 2-0 terkesan memperlambat tempo permainan.

Pada menit 62, Liverpool yang memiliki mental baja berhasil memangkas defisit gol menjadi 2-1 (3-2) dicetak Fabinho, memaksimalkan sodoran Mohammed Salah. Gol tersebut menjadi awal kebangkitan skuad Klopp yang menguasai jalannya pertadingan.

Puluhan ribu “penumpang” Kapal Selam Kuning mendadak tertunduk lesu dan membisu, manakala di menit 67 Liverpool mencetak gol kedua menjadi 2-2 (4-2) melalui sepakan Luiz Diaz, memanfaatkan umpan lambung Alexabder Arnold.

Villarreal yang di babak pertama tampil buas, kali ini benar-benar mati kutu seakan kehilangan daya dan upaya. Kesempatan ini dimanfaatkan pemain Liverpool, dengan mencabik-cabik pertahanan pasukan Unai emery.

Menit 74, The Reds membuktikan jatidirinya sebagai tim yang pantas tampil di final Liga Champions, dengan menambah perbendaharaan gol menjadi 3-2 (5-2) melalui gocekan Sadio Mane.

Gol tersebut terjadi akibat kecerobohan penjaga gawang Villarreal, R. Gulli yang terlalu berani maju ke depan untuk menghalau bola yang justeru berbuah malapetaka, karena bola lebih cepat direbut Mane. Mane dengan tenang menguasai bola dan sempat mengecoh seorang pemain belakang Villarreal, dan sukses menggelindingkan si kulit bundar ke gawang lawan yang kosong tanpa pengawalan. Selamat buat Liverpool!.

Di final, Liverpool akan menghadapi pemenang antara Manchester City lawan Real Madrid, yang akan bertanding pada, Kamis (5/5/2022) dini hari WIB nanti.@zall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

SKETSA | Andrew Carlssin

Rab Mei 4 , 2022
Silahkan bagikanOleh Syakieb Sungkar SEBAGAI orang yang suka berinvestasi atau melakukan trading di saham, seringkali kita melakukan kesalahan dalam keputusan membeli dan menjual. Sesuatu yang kita sangka akan naik pada esok hari tetapi ternyata meluncur jatuh. Sebaliknya, suatu saham yang kita pikir sudah lewat masanya dan harus dibuang, ternyata besok […]