VISI.NEWS – Satuan tugas sapu bersih (Satgas Saber) Pungli Jawa Barat mengapresiasi sikap koperatif Bupati Bandung HM Dadang Supriatna yang langsung mencopot tiga aparat sipil negara (ASN) terduga pungli terhadap para kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung.
“Saya sangat mengapresiasi sikap kooperatif Pak Bupati yang langsung mencopot tiga ASN terduga pungli yang kita OTT. Dengan mencopot sementara jabatannya, kami bisa lebih leluasa melakukan pemeriksaan terhadap ketiga orang tersebut,” ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat, kepada VISI.NEWS, Sabtu (17/7/2021).
Baca juga
Kena OTT Saber Pungli Lagi, Ketua GNPK RI, “Disdik Tidak Naik Kelas”
Saber Pungli Jawa Barat kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap aparat sipil negara (ASN) Disdik Kabupaten Bandung. Dari hasil OTT tersebut, tiga ASN dari Korwildik Pangalengan dan Kertasari dibebaskan dari jabatannya dan barang bukti sebesar Rp 11.650.000 diamankan petugas.
Satgas Saber Pungli dipimpin Kepala Tim Tindak 1, melakukan OTT berdasarkan pengaduan masyarakat (dumas) terhadap adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum ASN Disdik bidang terhadap para kepala sekolah di Kabupaten Bandung.
Dari hasil OTT dan interogasi terhadap EA pengawas SD di Kecamatan Pangalengan, oknum tersebut diduga telah memungut uang dari para kepala sekolah masing-masing sebesar Rp 200.000,- sehingga dari 70 sekolah yang ada di kecamatan tersebut jumlah uang yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 11.650.000,-
“Pemungutan uang tersebut atas perintah SJ pejabat Korwildik Kecamatan Pangalengan, pada Rabu, 14 Juli 2021 EA dan S J, telah menyerahkan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kepada Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,” ujar petugas dari Saber Pungli yang melakukan pemeriksaan di Sekretariat PGRI Kab. Bandung di Kecamatan Katapang.
EA telah menyiapkan enam amplop dan dua map berisikan amplop untuk diserahkan kepada Kabid SD Disdik Kabupaten Bandung dan Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Bandung. Namun amplop tersebut belum diserahkan kepada kedua orang tersebut, karena kurikulum belum selesai dikoreksi dan yang bersangkutan keburu tertangkap tangan.
Hasil pemeriksaan awal terhadap ER, menerangkan bahwa, ia telah menerima kurikulum dari EA, pada saat sedang melakukan verifikasi KTSP Korwil Kertasari di ruangan Sekretariat PGRI Kabupaten Bandung. Tiba-tiba kedatangan Tim Saber Pungli lalu yang bersangkutan menyaksikan EA memperlihatkan beberapa amplop yang diantaranya amplop bertuliskan untuk kasi kurikulum Rp 1.500.000 dan kabid Rp 2.500.000, namun amplop yang berisikan uang belum diserahkan kepada yang bersangkutan.
SJ selaku pejabat Korwildik Pangalengan menerangkan benar bahwa yang bersangkutan telah memerintahkan EA untuk memungut uang kepada para kepala sekolah SD di Kecamatan Pangalengan masing masing sebesar Rp. 150.000 namun dipungut oleh EA sebesar Rp. 200.000,
“Bahwa yang bersangkutan yang memerintahkan untuk memasukan uang ke amplop sebesar Rp 2.500.000, untuk Kabid dan uang sebesar Rp 1.500.000, untuk Kasi Kurikulum serta untuk para stafnya,” katanya.
Sedangkan AD yang menjabat Korwildik Kecamatan Kertasari menerangkan bahwa ia telah menerima titipan uang sebesar Rp 2.000.000, dari pengawas Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. “Dengan tujuan uang sebesar Rp 1.000.000, untuk ER dan uang sebesar Rp 1.000.000, untuk biaya transpot yang bersangkutan,” jelasnya.
Saksi, dalam pemeriksaan tersebut menegaskan, telah menyerahkan kurikulum kepada ER untuk diverifikasi sedangkan uangnya belum diserahkan kepada ER karena kurikulum tersebut belum selesai diverifikasi.
Dalam pemeriksaan itu juga, AS selaku pejabat di Disdik Kab. Bandung mengungkapkan bahwa, tidak ada pungutan dari para kepala sekolah di Kabupaten Bandung untuk menyusun KTSP, karena penyusunan KTSP tersebut sudah dianggarkan dari dana BOS. “Sekolah SD yang sudah diverifikasi empat kecamatan yakni Korwil Bojongsoang, Korwil Majalaya, Korwil Cikancung dan Korwil Pasirjambu.
Barang Bukti Uang
Kabid Datin Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat, mengatakan bahwa dalam OTT tersebutdiamankan sebesar Rp. 11.650.000,- dengan rincian enam amplop warna putih berisi uang Rp. 7.650.000,- dan dua map warna telor asin yang berisikan uang sebesar Rp. 1.500.000,- dan Rp Rp. 2.500.000,-.
Untuk itu, kata Yudi, ketiga orang yang diduga melakukan pungli EA, SJ dan AD sedang dilakukan pendalaman. “Kami dari Saber Pungli Jawa Barat sangat berterima kasih Pak Bupati membebastugaskan para terduga pungli ini agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih leluasa,” ungkap Yudi.
Sedangkan Kasi Kurikum dan Kabid untuk sementara tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena uang yang menjadi barang bukti belum diserahkan. “Karena uangnya belum diserahkan ke kasi kurikulum dan kabid, kita tidak dulu melakukan pemeriksaan kepada keduanya. Sementara kita dalami ketiga terduga pelaku pungli yang tertangkap tangan dengan uang hasil punglinya,” pungkas Yudi.@alfa/asa