VISI.NEWS | SUKABUMI – Tiga orang Bobotoh menjadi korban pengeroyokan oleh orang tidak dikenal usai nonton bareng (nobar) pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Ketiga korban diketahui berasal dari dua kelompok suporter Persib, yakni satu orang anggota Bomber dan dua orang anggota Viking.
Para pelaku disinyalir merupakan oknum suporter dari klub lawan.
“Kejadiannya usai pulang nobar, anggota pulang masing-masing. Kalau di jalan raya Alhamdulillah aman, cuma pas mau ke rumah di jalan desa, ada pencegatan. Untuk di Bomber satu orang, untuk di Bobotoh Viking dua orang,” ujar Ketua Mabes Bomber Sukabumi Barat, Ade.
Dia menyatakan tiga orang suporter Persib itu menderita luka di kepala, sehingga seluruhnya masuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak.
Salah seorang korban, Mahpudin (27), menuturkan peristiwa itu terjadi setelah dirinya mengikuti nonton bareng pertandingan Persib melawan Persija di Kantor PCNU di wilayah Cijalingan, Cicantayan. Usai kegiatan nobar, Mahpudin yang merupakan anggota Bomber Sukabumu Barat, mengaku sempat mengawal rombongan suporter dari arah Cicurug dan Cibadak. Setelah situasi dirasa aman saat tiba di wilayah Karangtengah, ia kemudian memutuskan pulang ke Ciheulangtonggoh.
Namun, saat melintas di sekitar rel kereta api di Karangtengah, dirinya sempat dicegat oleh sekelompok orang. Saat itu Mahpudin memilih tidak menghiraukan karena tidak ingin terjadi keributan.
Akan tetapi, saudaranya yang saat itu bersama dirinya justru menjadi korban pemukulan. Melihat kejadian tersebut, Mahpudin turun dari sepeda motor dengan maksud melerai, namun ia malah ikut menjadi sasaran pengeroyokan.
“Pas direl tiba-tiba dijegat, awalnya saya menghiraukan, tapi bendera saya diambil, pas lihat ke belakang saudara saya dan teman dipukulin, saya turun nyamperin niatnya mau misahin, ujungnya saya yang kena pukul,” katanya.
Kejadian itu membuat kepalanya terluka, tapi dia tidak mengetahui benda apa yang melukainya. @andri