Search
Close this search box.

Ujian Rasa atau Sekadar Formalitas? UKK SMKN 9 Bandung Dipacu Standar Industri

Siswa kompetensi keahlian kuliner SMKN 9 Bandung tengah mengolah hidangan dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Selasa (14/4/2026), sebagai bagian dari penilaian kesiapan mereka memasuki dunia industri kuliner profesional. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Aroma masakan menyeruak dari dapur praktik SMKN 9 Bandung. Di balik kesibukan itu, ratusan siswa kelas XII tengah menjalani salah satu penentu kelulusan: Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Bukan sekadar ujian biasa, UKK kali ini menjadi ajang pembuktian kesiapan mereka masuk dunia kerja kuliner yang kian kompetitif.

Sebanyak 206 siswa program keahlian kuliner mengikuti ujian dengan dua jalur berbeda: *commis chef* dan *commis pastry*. Kepala Program Studi Kuliner, Vianny Agustina Citrasari, menyebut pembagian ini bukan tanpa alasan. “Kami ingin siswa fokus pada minat dan kekuatan masing-masing. Ini penting agar kompetensi mereka lebih tajam,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Dari total peserta, 128 siswa memilih jalur *commis chef*, sementara sisanya menekuni *commis pastry*. Pada jalur *commis chef*, siswa ditantang mengolah hidangan kontinental sesuai standar industri yang merujuk pada Lembaga Sertifikasi Profesi. Mereka harus menyajikan menu lengkap—mulai dari sandwich, *appetizer* shrimp cocktail, hingga *main course* scotch egg dengan pelengkap sayuran dan mashed potato, serta sup krim ayam.

Setiap tahap dinilai secara ketat, dari teknik memasak, kebersihan, hingga presentasi hidangan. “Bukan hanya rasa, tapi juga konsistensi dan standar kerja yang kami uji,” kata Vianny.

Sementara itu, siswa yang memilih jalur *commis pastry* menghadapi tantangan berbeda. Mereka harus menguasai pembuatan adonan beragi, pengolahan cokelat, hingga teknik plating dessert. Produk akhir berupa *petit four*—hidangan kecil dengan detail tinggi—menjadi tolok ukur keterampilan dan kreativitas mereka.

Di tengah tekanan waktu dan standar tinggi, para siswa dituntut bekerja layaknya dapur profesional. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada penilaian akhir. Namun, Vianny menilai kemampuan siswa saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Baca Juga :  AIA Soroti Minimnya Jalan Tol dan Kemacetan Parah di Sulawesi Selatan

Meski demikian, pihak sekolah tidak ingin berpuas diri. Evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan. “Kami ingin lulusan kami benar-benar siap kerja, bukan hanya lulus ujian,” tegasnya.

UKK di SMKN 9 Bandung tahun ini bukan sekadar formalitas akademik. Ia menjadi cermin kesiapan generasi muda vokasi menghadapi industri kuliner yang menuntut presisi, kreativitas, dan disiplin tinggi—tiga hal yang kini diuji langsung di atas piring saji.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :