Search
Close this search box.

Urusan Tuhan

Bagikan :

Oleh Idat Mustari

ADA sebagian orang yang “kepo” bertanya “Kenapa si fulan bisa jadi orang kaya, padahal….?”,  “Kenapa si fulan punya kedudukan ..padahal.. ?”

Orang seperti ini sedang ikut campur urusan Tuhan dengan hamba-Nya. Dan, siapapun yang ikut campur dalam urusan hamba dengan Tuhan-nya ia kan akan cemas dan gelisah hatinya.

Jangan bertanya kepada Tuhan, kenapa Dia memberi kekuasaan kepada Firaun, seorang manusia yang berwatak buruk, bengis telenges, egois bahkan mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Jangan bertanya kepada Tuhan, kenapa Dia memberi kekayaan, harta yang berlimpah pada Qarun yang sebelumnya, hidup sangat miskin hingga tak mampu memberi nafkah untuk anak-istrinya.

Jangan bertanya kepada Allah, dalam Al-Quran, huruf-huruf yang ada di awal surat seperti  antara lain ; alif lam min, alif lam ra’, ha miim, yaa siin. Huruf-huruf itu sangat misterius (mutasyabihat). Itu hak prerogatif Allah SWT untuk berfirman apa pun yang Dia kehendaki. Alquran adalah kalam (perkataan)-Nya. Dia tak punya kewajiban pada hamba-Nya untuk memahamkan seluruh firman-Nya itu.

Allah berhak membuat aturan tanpa perlu minta persetujuan “parlemen”  malaikat. Allah berhak melakukan apa saja tanpa perlu memberikan alasan apapun.

Allah memberi kekuasaan, kedudukan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, begitupun Dia Mencabut dari siapa saja yang Dikehendaki-Nya. Dia memuliakan dan Menghinakan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang diKehendaki-Nya tanpa batas.

“Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi duniamu. Urusan yang telah diatur Allah tak perlu kau sibuk ikut campur” – Ibnu Atha’illah.

(Penulis, aktifis dan pemerhati sosial keagamaan

Baca Berita Menarik Lainnya :