Ustadz Dede : LAZISNU sudah tersebar di 12 Negara

Editor Ketua LAZISNU Kabupaten Bandung Ustadz Dede Abdul Kholik pada acara launcing website di Gedung Ormas di Soreang, Sabtu (8/5/2021). /visi.news/alfa fadillah
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sampai saat ini Lembaga Zakat Infaq dan Sedekahkan Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sudah mempunyai  cabang di 12 negara, 34 provinsi dan 376 kabupaten/kota di seluruh indonesia.

Demikian dikemukakan oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Bandung Ustadz Dede Abdul Kholik pada acara peluncuran website www.lazisnubandung-kab.org di Gedung Ormas Islam, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/5/2021).

Fokus kegiatan LAZISNU, katanya, yakni menyerap dana zakat, infak dan sedekah (CSR dan hibah dari masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan BUMN ataupun swasta) dan menyalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan ( mustahik) dalam bentuk bantuan sosial, bantuan kemanusiaan.

“Komitmennya yakni Mantap sebagai akronim dari modern, ancuntable, transparan, amanah, profesional,” jelasnya.

Visi LAZISNU, kata Dede, bertekad menjadi lembaga pengelola dana sosial masyarakat yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk kemandirian umat.

Sedangkan misinya, katanya, ada tiga yakni:

  1. Mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan ZIS ( zakat infaq dan sedekah ) secara rutin.
  2. Mengumpulkan/menghimpun dan mendayagunakan dana ZIS secara professional, transparan, tepat guna dan tepat sasaran.
  3. Memperdayakan program pemberdayaan masyarakat guna mengatasi problem kemiskinan, pengangguran dan minimnya akses pendidikan yang layak.

Dede berharap, dengan adanya website LAZISNU Kabupaten Bandung akan lebih dapat diketahui oleh masyarakat yang akan melakukan transaksi zakat infaq secara online.

Program penyaluran lazisnu, jelasnya, ada beberapa yakni;

Nu care
Yaitu progran tanggap darurat untuk bencana alam layanan bantuan kemanusiaan

Nu smart
Yaitu program layanan mustahiq untuk biaya pendidikan dan besisw kepada para siswa santri dam mahasiswa yang tidak mampu

Nu skill
Yaitu program pembekalan keterampilan untuk anak anak yatim san dhuafa yang putus sekolah diusia produktif sehingga mempunyai bekal utnuk bekerja

Baca Juga :  Bima Arya: Corona Bukan Sekadar Cobaan Kesehatan

Nu preneur
Yaitu program pemberdayaan ekonomi mikro malalui pemberian modal secara bergulir agar tercupta kemandirian usaha.

“Kami beserta jajaran PCNU Kabupaten Bandung akan mendukung program 99 hari kerja Bapak Bupati untuk Menjadikan Kabupaten Bandung Smart City,” pungkas Ustadz Dede. @maf

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ganjar Turunkan Tim Pengawas Untuk Selesaikan Masalah THR

Sab Mei 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjuk tim pengawas untuk menyelesaikan masalah pembayaran tunjangan hari raya (THR) buruh di 18 perusahaan di Jawa Tengah. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah juga sudah diminta untuk siaga, menyediakan tempat pengaduan terkait THR agar bisa direspons […]